SIDRAP, BKM — Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sidrap masih kekurangan komputer menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada Mei 2017. Untuk mengantisipasi kekurangan komputer, pihak sekolah memilih meminjam laptop milik siswa.
Saat ini, pihak sekolah yang kekurangan komputer telah menyampaikan rencana itu ke siswa. Pasalnya, jika tidak diantisipasi sejak dini, bisa menjadi masalah saat pelaksanaan nanti.
Persiapan lain yang dilakukan menghadapi UNBK yakni sekolah menyiapkan ruang ujian dan memasang jaringan internet di beberapa ruangan yang akan digunakan.
Hal itu penting, guna memastikan jaringan internet tetap lancar pada saat UNBK berlangsung. Termasuk menyiapkan genset mengantisipasi apabila listrik padam pada saat UNBK berlangsung.
Di tengah keterbatasan sarana dan prasara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidrap, Nur Kanaah mengaku pihaknya tetap siap menyelenggarakan UNBK tahun ini.
Tahun 2017 ini, kata Nur Kanaah, tercatat 637 orang siswa SMA/MA serta 932 orang siswa SMK yang akan mengikuti UNBK. Sementara di tingkat SMP/MTs sebanyak 5223 orang siswa.
Adapun jumlah sekolah yang akan menggelar UNBK di Sidrap, masing-masing 2 SMA, 1 MA serta 10 SMK. Sedangkan untuk tingkat SMP sebanyak 6 sekolah dan 2 sekolah MTs.
Namun, Nur Kanaah mengakui selain kekurangan komputer dan sistem jaringan internat yang belum lancar, pihaknya juga memberi perhatian penuh terkait ketersediaan aliran listrik.
“Kalau mati lampu pada saat UNBK itu juga bisa jadi masalah. Karena itu, saya sudah imbau semua sekolah yang akan melaksanakan UNBK agar sedini mungkin menyiapkan genset,” kata Nur, Selasa (21/2).
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) menaungi SD dan SMP, Syahrul Syam menambahkan, pihaknya akan melakukan simulasi pra pelaksanaan UNBK berlangsung di sekolah-sekolah.
Simulasi pelaksanaan UNBK kata Syahrul, penting dalam upaya mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang berpotensi muncul pada saat UNBK berlangsung. (ady/b)

