pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PAN Bisa Terbelah di Pilgub

MAKASSAR, BKM–Dukungan pengurus, kader hingga simpatisan Partai Amanat Nasional (PAN) di Sulsel tetap berpeluang akan terbelah menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel yang akan dihelat 2018 mendatang.
Terbelahnya dukungan pengurus, kader dan simpatisan PAN seperti yang terjadi saat Pilgub 2013 lalu dimana PAN secara resmi mendukung pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) jilid II, namun tidak sedikit yang ikut mendukung pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) lantaran adanya pernyataan dukungan dari pendiri PAN, HM Amien Rais ketika itu.
Kini PAN diperhadapkan apakah akan membuka penjaringan bakal calon gubernur, atau hanya pleno penetapan Ichsan Yasin Limpo sebagai calon gubernur, sesuai yang disampaikan ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Zulkifli Hasan dalam dua kali kehadirannya di Makassar beberapa waktu lalu.
Wakil ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel Usman Lonta mengaku bila PAN tetap komitmen tidak akan melakukan penjaringan figur yang akan bertarung di Pilgub nanti.
Hal ini disebabkan partai berlambang matahari terbit ini telah memberikan isyarat akan mengusung, Ichsan di Pilgub. “Kemungkinan besar kita tidak akan membuka penjaringan, kecuali DPP mau merubah statment,”ujar Usman Lonta ruang komisi C DPRD Sulsel, Selasa (21/2).
Menurutnya, PAN memiliki alasan untuk tidak membuka penjaringan, agar tidak memberikan harapan bagi calon lain. Karena kata dia, sudah hampir dipastikan PAN akan mengusung mantan Bupati Gowa dua periode itu. “Peluang berubah sangat kecil. Kita juga tidak membuka ruang bagi calon karena kita tidak mau membuka harapan kepada yang lain. Karena Pak Ketum (Zulkifli) sudah memberikan pernyataan,”tambahnya.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir melihat bila PAN masih dinamis. Suwadi beralasan karena di PAN itu ada dua matahari yakni Ketum DPP Zulkifli Hasan serta pendiri Amien Rais. “Jadi sepanjang pernyataan ketum DPP belum diaminkan pendiri, maka belum mengikat secara kelembagaan,”ujar Suwadi kemarin.
Suwadi melihat Amien Rais sering membuat kejutan seperti saat Pilgub 2013 dimana Hatta Rajasa sebagai ketum mengusung Sayang jilid II, sementara Amien mendukung pasangan IA. “PAN akan mendukung figur yang akan mampu menaikkan perolehan suaranya di Pileg 2019 nanti. Kedua figur yang akan diusung harus mendapat dukungan rakyat yang besar. Dan ketiga pengaruh istana yang bisa menjadi pertimbangan. DPW boleh saja menyukai calon, tapi jangan telalu cepat menutup pintu, sebab DPP dan pendiri penentu akhir,”pungkas Suwadi. (rif)



×


PAN Bisa Terbelah di Pilgub

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar