ENREKANG, BKM — Sekitar 50 puluhan warga yang mengatasnamakan Matua Peduli Lingkungan (MPL) mendatangi Gedung DPRD Enrekang, Rabu (22/2). MPL mempertanyakan hasil rekomendasi keputusan rapat gabungan komisi tanggal 19 Desember 2016 lalu yang telah terkait penolakan pabrik AMP PT.Nindya Sejahtera.
Dalam rekomendasi yang ditandatangani pimpinan DPRD, 30 anggota DPRD Enrekang sepakat agar Pemkab Enrekang memerintahkan pimpinan PT.Nindya Sejahtera menghentikan segala aktifitasnya sampai terbit surat izin opersional.
Juru bicara MPL, Rahmawati K menilai rekomendasi yang telah dikelurkan DPRD telah diinjak-injak eksekutif. Pasalnya PT Nindya Sejahtera yang memproduksi aspal di Matua, Kecamatan Alla masih beroperasi.
Hal senada disampaikan Henrianto saat berorasi di depan gedung DPRD Enrekang. Aktifis GAM ini menilai, rekomendasi DPRD Enrekang tersebut tidak dihargai eksekutif.
“Ada apa dengan para anggota dewan kita. Kenapa masih ada aktifitas setelah keluar rekomendasi itu,” kata Henrianto.
Sementara itu, anggota DPRD Enrekang, Mustain S berjanji akan menindaklanjuti persolan tersebut. Bahkan ia akan meninjau lokasi tersebut.
“Insya Allah minggu ke dua bulan Maret kita akan tinjau langsung lokasi tersebut,” janji Mustain. (her/c)
Demo, MPL Pertanyakan Rekomendasi Dewan
×

