pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Salam Minta Jangan Tutupi Jika Ada Masalah Pendidikan

GOWA, BKM — Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Gowa, Dr Salam meminta jika masyarakat menemukan masalah pendidikan di tengah masyarakat, harus disampaikan ke pihaknya. Dengan demikian, persoalan pendidikan semisal bengkalai pendidikan yang ada, tidak menjadi persoalan kritis. Tapi bisa segera dibenahi untuk perbaikannya.
”Jika ada persoalan pendidikan anda ketahui, janganlah ditutup-tutupi. Tapi sampaikan kepada saya agar bisa segera dilakukan pembenahan,” kata Salam saat menerima kunjungan silaturahmi wartawan yang bertugas di Pemkab Gowa, Senin (20/2), di kantornya.
Salam meminta jika ada temuan masalah pendidikan harus segera disampaikan kepadanya. Sebab, sejak dosen UNM ini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Diknas Gowa sebulan lalu, ia berharap dapat melakukan perbaikan berbagai lini dalam lingkup kerjanya.
Saat ini, tambah Salam yang juga adalah salah satu dewan pakar program SKTB Gowa, ke depan ini Pemkab Gowa berencana mewujudkan Gowa sebagai kabupaten pendidikan.
Inti dari program ini, terciptanya atmosfir pendidikan yang kondusif di Gowa baik dalam lingkup satuan pendidikan sendiri maupun di tengah masyarakat.
Karena itu, pihaknya kini mempersiapkan pemetaan indikator pencapaian standar nasional atau dengan sebutan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM Dikdas). Dalam SPM Dikdas ini terdapat 27 poin indikator.
Indikator inilah yang harus dipenuhi. Karena itu pihaknya baru mau lakukan pemetaan. Salah satu ontoh adalah penggunaan dana BOS. Jika dalam pembelajaan dana BOS itu ada indikator yang tidak terpenuhi, maka harus diadakan. Itu semua harus dipotret. Makanya tidak ditutupi jika ada masalah pendidikan yang kronis di luar sana.
”Kita harus tahu dan harus melihat itu. Dengan cara melihat masalah itu barulah kita bisa petakan untuk kita lengkapi. Salah satu contoh dalam kelas IPA. Dikelas harus ada kerangka manusia (tengkorak) untuk kelengkapan laboratorium, harus ada globe (bola dunia). Bahkan, satu globe satu siswa. Jadi semuanya harus ada SPM nya. Sama dengan guru,” jelasnya.
Semua sekolah diharuskan guru-gurunya bertitel sarjana. Kalau ada sekolah yang tidak miliki guru sarjana maka harus dipetakan juga, supaya diketahui jika di sekolah sini tidak ada guru sarjananya.
”Kalau ada sekolah tidak ada gurunya yang sarjana, maka itu tidak SPM namanya,” tegas Salam.
Dengan adanya sistem SPM Dikdas ini, pihaknya akan membentuk tim pengembangan Gowa Kabupaten Pendidikan (PGKB). Tim PGKB ini segera dibentuk dengan jumlah anggota tim sebanyak 90 orang. Perekrutan anggota tim PGKB ini akan dilakukan dengan cara seleksi.
Anggota tim ini meliputi kalangan pengawas pendidikan, kalangan dinas Diknas, dan selebihnya adalah guru serta dan kepala sekolah. ”Namun mereka direkrut bukan atas nama kepala sekolahnya atau nama gurunya. Tapi secara personal melalui MKKS dan KKGnya,” terang Salam. (sar/mir)



×


Salam Minta Jangan Tutupi Jika Ada Masalah Pendidikan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar