MAMUJU, BKM — Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) untuk mensejajarkan regional Sulawesi dengan wilayah lainnya terutama di Pulau Jawa, terus digelorakan.
Salah satunya dengan peningkatan percepatan pembangunan infrastruktur. Ini dalam rangka mendukung konektivitas antar wilayah di regional Sulawesi melalui pembangunan rel kereta api trans Sulawesi yang telah dimulai melalui trans Makassar-Parepare.
Demikian dikemukakan Plt Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Regional Sulawesi tahun 2017 yang berlangsung di ballroom Hotel D’Maleo Mamuju, Senin malam (20/2).
Di hadapan Sekjen Kemendagri dan undangan lainnya, Carlo menyebutkan, sejak tahun 2014 telah dilaksanakan groundbreaking dan kini memasuki tahap pelaksanaan konstruksi badan jalur kereta api sepanjang 30 km di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Selain pembangunan kereta api Sulawesi, bebernya, pembangunan jalan dan jembatan antar provinsi juga merupakan hal yang perlu ditingkatkan dalam rangka mendukung konektivitas antar wiilayah.
Salah satunya, adalah ruas Salubatu-Mambi-Malabo-Mamasa-oraja Utara (batas Sulsel) yang ada di Provinsi Sulbar dan merupakan wilayah pengembangan strategis. Juga ruas Mamuju-Makale-Palopo-Kendari-Bau-bau-Wangi-wangi sepanjang 124,71 km.
”Ruas jalan ini merupakan penghubung antara kabupaten dan antar provinsi yang merupakan sentra-sentra produksi pertanian dan perkebunan. Sekaligus menghubungkan Kabupaten Mamasa sebagai destinasi pariwisata di Sulawesi Barat dengan kawasan strategis nasional Tana Toraja,” kata Carlo. (ala/mir/c)
Dorong Percepatan Pembangunan Sulawesi
×

