MAMASA, BKM — Kepanitiaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) harus berkualitas dan objektif dalam rangka Pilkades yang akan digelar secara serentak pada April mendatang. Hal itu disampaikan Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi saat menghadiri worksop pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) panitia Pilkades lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Kamis (2/3).
Bupati menjelaskan, pada Pilkades tahun ini, akan diikuti sekitar 90 desa. Maka sangat dibutuhkan kepanitiaan yang refresentatif, berkualitas dan betul-betul objektif. Sehingga diadakan workshop dengan tujuan membekali panitia agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik dan mengerti aturan-aturan yang ada di dalamnya,
Ada beberapa panitia yang dibentuk dalam Pilkades tersebut, di antaranya panitia kabupaten, panitia kecamatan, dan panitia tingkat desa yang tentunya menjadi hal yang sangat prinsip dan penting. Karena panitia merupakan penyelenggara
Ketika tidak dilaksanakan dengan baik, maka hasilnya tidak akan baik. Namun jika dilaksanakan sesuai aturan, maka akan berjalan sesuai aturan. Sehingga sangat diharapkan agar panitia yang dipercayakan menjadi panitia Pilkades agar bersifat netral dan objektif, ”Jangan masuk kalau memihak pada salah satu calon,” tegas bupati.
Selain itu, bupati juga mengimbau agar Cakades) untuk tidak menggunakan ijazah palsu. Hal itu juga menjadi salah satu Tupoksi panitia terkait penggunaan ijazah palsu dan sudah diberikan Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) oleh kepolisian.
”Saya yakin, semua yang lolos tidak ada lagi yang menggunakan ijazah palsu. Karena masyarat sangat ketakutan tentang aspal (asli atau palsu),” ungkapnya. (dar/mir/c)
Panitia Pilkades Harus Berkualitas dan Objektif
×

