PAREPARE, BKM — Banyak cara dilakukan pelaku untuk menyebarluaskan narkotika dikalangan masyarakat khususnya bagi usia dini tingkat TK dan SD di Kota Parepare.
Pelaku menyebarkan narkoba dengan cara membuat permen untuk dijual di kalangan usia dini. Tapi sepandai-pandainya pelaku, juga ketahuan. Berdasarkan hasil kerja pihak kepolisian melalui program Polisi Temanta atau program PMK (patroli multi kejahatan) dibawah komando Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi hal ini berhasi diungkap.
Program ini ditindaklanjuti Kapolsek dan jajarannya, dan berhasil pihak Polsek Ujung, mengamankan sejumlah makanan anak-anak yang diduga mengandung zat berbahaya jenis narkotika.
Hal tersebut ditemukan oleh tim Patroli Multi Kejahatan (PMK) Polsek Ujung, setelah melakukan operasi rutin terhadap sejumlah makanan dan minuman pada pasar yang ada di Kota Parepare.
Kanit Reskrim Polsek Ujung, Ipda Manuri, mengatakan, pihak terus mengikuti perkembangan produk-produk makanan dan minuman anak-anak. Karenanya, kata dia, pihaknya turun melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah warung di sekolah-sekolah, khususnya di pasar.
Kami temukan ada beredar secara bebas makanan anak-anak, yang mengandung zat berbahaya yaitu narkoba. Sehingga, kami langsung menyasar pasar, untuk memutuskan distribusinya ke warung dan sekolah-sekolah. Kali ini kami melakukan pemeriksaan di Pasar Labukkang,” katanya, Kamis (9/37).
Dari hasil PMK, setelah dilakukan penggeledahan, dan memeriksa sejumlah makanan pihaknya berhasil menemukan dua makanan jenis permen yang sering dikonsumsi anak-anak, berupa permen keras dan permen rasa susu sapi.
“Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan, untuk memastikan kandungan zat narkotikanya, ujarnya.
Sementara, salah seorang pedagang, Rusli, mengungkapkan, pihaknya memperoleh barang tersebut dari distributor, yang dibeli melalui kanvas. Dia mengaku, barang yang diduga mengandung zat narkotika tersebut, dijual pihaknya sejak dua pekan yang lalu.
“Setelah saya mendapatkan informasi melalui media televisi, tentunya saya tidak lagi menjual permen tersebut. Karena, pasti berbahaya bagi konsumen terutama anak-anak,” jelasnya.
Terpisah, Kapolres Parepare, AKBP Pria Budi, menghimbau, supaya masyarakat khususnya para orangtua, untuk melakukan pengawasan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anaknya. Minimal memberikan pendidikan tentang makanan dan minuman yang layak dikonsumsi.
“Kami beserta jajaran akan terus melakukan operasi pemeriksaan makanan dan minuman tersebut, sebagai bentuk upaya dalam menjaga generasi-generasi penerus bangsa, agar tetap terselamatkan dari hal-hal bisa membahayakan dirinya,” tandasnya (smr/C)

