pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dinas Perdastri Tata Pedagang Pasar Balang-balang

GOWA, BKM — Setiap kali hari pasar berlangsung di Pasar Sentral Balang-balang Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, yakni Rabu, Jumat, dan Minggu, selalu saja jumlah pedagang bertambah. Akibatnya, pelataran depan pasar yang seharusnya jadi semrawut.
Padahal, pelataran ini harusnya digunakan sebagai tempat parkir kendaraan milik pedagang maupun pengunjung. Para pedagang ini menggelar lapaknya dengan menjual barang campuran, sayuran, hingga ikan.
Untuk menghilangkan kesemrawutan itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdastri) Kabupaten Gowa sejak dua pekan lalu, melakukan penataan. Menurut Kadis Perdastri Gowa, Andi Sura Suaib, kepada BKM di ruang kerjanya, Senin siang (13/3) mengatakan, sejak dua pekan lalu dinas Perdastri bersama pengelola pasar sentral Balang-balang telah melakukan penertiban. Para pedagang diarahkan masuk dan dikelompokkan sesuai jenis dagangannya.
”Kita sudah arahkan seluruh penjual ikan dan semuanya berjumlah 86 orang untuk mengisi lods basah paling belakang pasar. Jadi penjual ikan nila yang selama ini berjualan di lokasi parkiran sudah digiring masuk. Semuanya sudah tertib berjualan sesuai kelompok-kelompoknya,” jelas mantan Sekretaris Kecamatan Bontomarannu ini.
Meski sudah ditertibkan, namun setiap kali pasar masih ada juga pedagang dadakan yang berjualan di pinggir jalan. Bahkan menjadikan halaman rumah jabatan serta gedung serbaguna Kecamatan Bontomarannu sebagai lokasi parkir.
”Karena itu, kami telah menyampaikan kepada dinas perhubungan untuk menertibkan pedagang yang menjual di pinggir jalan. Sebab selalu menghambat arus lalintas dan menimbulkan kemacetan pada poros Jl Malino Raya yang cuma satu jalur tersebut,” kata Andi Sura seraya menambahkan, selama ini ada 31 pasar yang dikelola dinas Perdastri. Sementara ada dua pasar lainnya di Kecamatan Bontomarannu tidak dikelola. Sebab lahannya adalah lahan pribadi masyarakat.
Terpisah, Dg Lebang salah seorang pengunjung pasar Balang-balang mengaku senang dengan cara pengaturan penghuni pasar yang dilakukan dinas Perdastri bersama pengelola pasar setempat. ”Setidaknya saya sudah bisa memarkir motor saya di halaman pasar,” kata Dg Lebang.
Hal senada dikatakan seorang penjual ikan bernama Dg Maro. Ia mengaku senang jika sudah ada keteraturan pedagang termasuk untuk kelompok penjual ikan. ”Sebelumnya kami sempat protes. Karena kami sudah mengisi lods basah namun pihak pasar masih saja memberikan peluang bagi penjual ikan nila yang didominasi ibu-ibu bebas memasang lapaknya di pelataran depan pasar. Akibatnya, pasar jadi tidak teratur. Tapi sekarang baekmi. Semuanya sudah tertata sesuai kelompoknya masing-masing. Misalnya kelompok penjual ikan dengan penjual ikan, sayur dengan sayur dan buah dan pakaian dengan jualan yang senada. Kelompok penjual kue-kue juga ada,” kata Dg Maro. (sar/mir)



×


Dinas Perdastri Tata Pedagang Pasar Balang-balang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar