MAMUJU, BKM — Soal issu adanya klaim terhadap Pulau Bala–Balakang oleh daerah lain yang saat ini marak diberitakan, ditanggapi ringan Bupati Mamuju, Drs H Habsi Wahid. Ia mengatakan, klaim atas pulau terluar dari wilayah Kabupaten Mamuju tersebut tidak beralasan.
Pasalnya, sejak Kabupaten Mamuju masih dalam wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Kepulauan Bala–balakang jelas adalah salah satu wilayah administrasi Kabupaten Mamuju.
”Mungkin itu tempat lain,” kata bupati menimpali pertanyaan wartawan yang menyebutkan saat ini Bala-balakang masuk dalam RTRW Provinsi Kalimantan Selatan. Namun dengan nama yang sedikit berbeda, yakni Bala-balangan.
”Kita kan tidak pernah mengenal nama itu. Yang kita punya adalah Bala-balakang. Jadi mungkin itu di tempat lain,” jelas Habsi Wahid saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Ditambahkan, selain tertuang dalam RT/RW Pemprov Sulsel yang kala itu Mamuju masih dalam wilayah Pemprov Sulsel, saat ini Provinsi Sulbar yang merupakan pemekaran dari Provinsi Sulsel, Pulau Bala-balakang juga masuk dalam wilayah administrasi Pemkab Mamuju.
Bahkan, struktur organisasi pemerintahan Kabupaten Mamuju mulai dari tingkat desa sampai camat, jelas telah lama ada di Pulau Bala–balakang. Hasbi mengatakan, dari sisi de facto, selama ini pemerintah daerah tak luput telah memberikan program-program untuk Pulau Bala–balakang, baik terhadap kelompok–kelompok nelayan berupa fasilitas kapal nelayan atau program lainnya.
Bahkan sementara ini, Pemkab Mamuju juga telah memprogramkan pengadaan kapal feri mini yang bahkan menelan anggaran lebih dari satu miliar rupiah yang akan dijadikan sarana transportasi untuk masyarakat Bala–balakang ke Mamuju.
Begitu pun sebaliknya. Semua itu adalah bukti–bukti secara fakta yang telah dilakukan. Ditegaskan, baik secara de jure maupun de facto, tidak ada yang tidak membenarkan bahwa Pulau Bala–balakang adalah salah satu wilayah administrasi Kabupaten Mamuju. (ala/mir/c)
Habsi: Mungkin itu Tempat Lain
×

