BANTAENG, BKM — Kondisi kehidupan seorang nenek Pinang (85) sangat memilukan hati. Dia terkulai lemas di pembaringannya karena menderita maag akut. Hari-harinya dilalui bersama putri angkatnya, Niha (52), di dalam sebuah gubug reot, di Kampung Batu Ruyung, Kelurahan Karatuang, Kecamatan Bantaeng.
Sebenarnya, Pinang memiliki puteri semata wayang bernama Kasma (42). Namun karena tak kuat lagi menahan terjangan badai kemiskinan, Kasma memutuskan merantau ke Malaysia, meninggalkan ibundanya seorang diri.
Pinang tak kuasa membendung keinginan puterinya yang mencoba keberuntungan di negeri jiran. Derai air mata perpisahan mengalir deras membasahi kedua lembah pipi nenek Pinang yang sudah keriput.
Beruntung, masih ada seorang perempuan setengah baya yang bersedia menjadi anak angkat Pinang dan merawatnya dalam kodisi hidup yang serba terbatas.
Ketabahan nenek Pinang menjalani getirnya kehidupan, membuat trenyuh warga Bantaeng yang tergabung dalam Kerukuran Keluarga Bantaeng (KKB) di Jakarta.
Santunan berupa dana dari KKB sebesar Rp 2.900.000 dititipkan ke Danramil 02 Bantaeng Kapten Inf Syamsul. Selanjutnya, Selasa (21/3), diserahkan ke nenek Pinang disaksikan Lurah Karatuang Andi Sainab Naikang. (wam/C)
KKB Jakarta Santuni Nenek Miskin
×

