pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hari Nyepi, Aktifitas di Jalan Somba Opu Tetap Normal

MAKASSAR, BKM– Perayaan Hari Raya Nyepi (Tahun Baru Saka 1939), bagi ummat Hindu, Selasa (28/3), tidak mempengaruhi aktifitas warga Kota Makassar, khususnya di Jalan Somba Opu dan Jalan Sulawesi.
Kedua jalan yang rata-rata didiami warga keturunan Tionghoa yang beragama Nasrani, Budha dan Hindu tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa ada yang berjualan emas dan lainnya.
Hari Raya Nyepi di Kota Makassar, memang berbeda dengan yang ada di pulau Dewata Bali, Kalau di Bali semua aktivitas ditutup, namun di Kota Makassar aktifitas warga tetap berjalan normal.
Dari pantauan BKM, kemarin, hanya terlihat sejumlah rumah maupun rumah toko (Ruko) milik warga keturunan di sejumlah titik seperti di Jalan Sulawesi, Jalan Nusantara dan Jalan Somba Opu menutup rapat pintu rumah dan tidak melakukan aktifitas dengan keluar masuk rumah.
Meski begitu masih ada rumah dan toko yang tetap melakukan aktifitas khususnya di Jalan Somba Opu yang menjadi sentra penjualan emas di Kota Makassar.
Bahkan warga Kota Makassar maupun pendatang menghabiskan waktu liburnya dengan mendatangi pedagang emas. Ramainya kunjungan masyarakat di tempat penjualan emas membuat parkiran kendaraan baik roda empat maupun roda dua mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas.
Kondisi yang sama juga terlihat di Jalan Sulawesi. Jalan yang dikenal sebagai kawasan Tionghoa itu tetap ramai di perayaan hari raya Nyepi. Ruko yang dijadikan sebagai tempat usaha seperti kuliner dan perlengkapan elektronik tetap melayani masyarakat yang datang. Bahkan aktifitas masyarakat di tiga ruas jalan terlihat biasa saja seperti pada hari libur lainnya.
Suasana berbeda di Pura Giri Natha yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan. Tempat persembahyangan umat Hindu terlihat sepi. Tidak nampak aktifitas keagamaan, bahkan pintu gerbang pun tertutup rapat.
Kemarin umat Hindu melakukan sembahyang atau yang disebut Catur Brata atau Penyepian di kediaman masing-masing. Catur Brata yang terdiri dari beberapa kegiatan di dalam rumah bagi umat Hindu, diantaranya amati geni (tidak menggunakan dan atau menghidupkan api dalam rumah), amati karya (tidak bekerja atau berkegiatan apapun), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan atau bunyi bunyian), kegiatan kegiatan inilah yang dilakukan pada Hari Nyepi.
Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar telah mengedarkan surat imbauan kepada pelaku hiburan mulai dari tempat karaoke, pub, club ataupun tempat reflexi untuk menutup sementara waktu operasi tempat usaha selama empat hari yang dimualai pada 27 sampai 30 Maret. Hal tersebut dilakukan untuk menghormati umat yang melaksanakan ibadah Nyepi Tahun Baru Saka 1939.
“Penutupan THM ini telah diatur dalam perda yang dimana setiap THM wajib tutup di hari raya atau nasional. Penutupan THM dilakukan mulai 27 sampai 30 Maret,” jelas Kabid Promosi Wisata Dinas Pariwisata Makassar Roem.(arf-jun/war/b)



×


Hari Nyepi, Aktifitas di Jalan Somba Opu Tetap Normal

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar