GOWA, BKM — Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Komite Aktivis Mahasiswa Republik Indonesia (Kamri) ini berunjukrasa di depan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Gowa.
Mereka meminta aparat Disdukcapil meningkatkan kinerjanya sehingga tidak terjadi penggandaan e-KTP. Selain itu, mereka juga menuntut agar kepala Disdukcapil dicopot dari jabatannya.
Aksi yang dipimpin Zukirman Cuplis sebagai jendral lapangan, Korlap, Firman, Humas, Ashabul Kaffi dan dimotori Ketua LBH RI, Dr Ronal Efendi SH MMars ini, selain melakukan aksi di kantor Disdukcapil, mereka juga melakukan aksi protes serupa di kantor Polres Gowa.
Aksi unjukrasa ini dilakukan menyusul ditemukannya ratusan lembar e-KTP di tempat pembuangan sampah beberapa hari lalu. Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gowa, H Ambo, mengimbau masyarakat Gowa agar mengembalikan ke kantor dinas Dukcapil jika menemukan kartu e-KTP tercecer di jalanan.
”Yah, tadi ada sebuah aksi mahasiswa yang meminta ketegasan pihak kami untuk berkinerja baik dalam menangani per-KTP-an. Bahkan aksi mahasiswa itu menuntut saya sebagai kepala dinas dicopot dari jabatan. Yah, saya berterima kasih telah dikritik. Namun saya tegaskan, kami tidak pernah membuang e-KTP apapun, baik itu yang tidak aktif apalagi yang masih aktif masa berlakunya. Kebetulan saat kami pindah kantor sejumlah barang arsip kantor kami kelupaan terangkut ke kantor baru. Mungkin karena itulah dianggap kita membuang. Padahal tidak. Kami justru berterima kasih jika ada yang menemukan kepingan e-KTP itu, karena kami anggap barang arsip kami memang tercecer. Perlu diketahui, e-KTP yang dimaksud itu adalah barang yang sudah tidak berlaku lagi meski masa berlakunya masih aktif disebabkan e-KTP itu sudah diganti baru,” jelas Kadis, kemarin. (sar/mir)
Mahasiswa Pertanyakan e-KTP yang Dibuang
×

