LUTIM, BKM — Pelayanan penerbangan umum pesawat jenis ATR 42-500 dengan kapasitas 44 Seat milik Indonesia Air harus ditunda. Soalnya, penerbangan dengan rute Soroako – Makassar yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Timur Agro Industri terjadi kesalahan komunikasi.
Penundaan penerbangan terjadi, Sabtu (1/4) kemarin. Hal itu dilakukan akibat terjadi Mis Komunikasi atau terjadi kesalahan dalam komunikasi antara pihak BUMD dengan PT Vale Indonesia sebagai pemilik bandara.
Jadwal penerbangan, Selasa – Sabtu ini dimanfaatkan warga untuk melakukan aktifitasnya. Hanya saja, warga yang sudah Connecting Flight terpaksa batal dan tiket hangus. Sementara, penumpang yang sudah siap berangkat di Makassar tujuan Soroako juga batal, begitu pula sebaliknya.
Komisaris BUMD, PT Bumi Timur Agro Industri, Hamris Darwis memohon maaf atas kesalahan yang terjadi saat ini. Menurutnya, kesalahan MoU antara BUMD dan pihak PT Vale yang terjadi baru diketahuinya, Jumat (31/3) sore kemarin.
Dia tidak dapat memastikan ini kesalahan siapa, kata Hamris, yang pastinya, surat persetujuan terbang dari Vice Presiden PT Vale sudah diterima oleh pihaknya selaku pengelola sehingga melakukan penerbangan perdana waktu itu.
“Lapangan terbang Soroako bukan lapangan terbang komersil dan itu lapangan terbang khusus yang perusahaan tertentu yakni PT Vale. Jadi ijin penggunaanya itu, kita dapatkan dari perusahaan,” ujar Hamris.
Pihak BUMD, juga akan bersedia mengembalikan sepenuhnya biaya tiket warga yang terlanjur membeli. “Kalau kita mau jujur, sebenarnya PT Vale sudah mengontrak satu Minggu dan menggunakan pesawat hanya empat hari. Kenapa tidak gunakan empat hari karena biaya operasional tidak ditanggung.”
“Sehingga hari yang kosong itulah digunakan BUMD. Jadi ijin terbangnyakan sudah selesai di IATA karena ia terbang setiap harinya,” ungkapnya. (alp/C)
Penerbangan Komersial Bandara Soroako Ditunda
×

