MAKASSAR, BKM–Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengaku belum memberikan jawaban apakah dirinya siap memimpin Partai Gerindra Sulsel atau tidak. Hal tersebut dikemukakan Agus menanggapi soal adanya syarat dan permintaan dari pendiri gerindra Prabowo Subianto kepada dirinya jika ingin diusung di Pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 2018 nanti. “Memang saya diminta untuk memimpin gerindra namun saya belum memberikan jawaban,”ujar Agus, usai mewakili gubernur Syahrul Yasin Limpo dalam laporan keterangan pertanggujawaban (LKPJ) dalam rapat paripurna DPRD Sulsel, Kamis (6/4). Selain menjadi ketua, syarat lain untuk Agus yakni harus sehat jasmani dan rohani serta tingkat penerimaan atau elektabilitas yang barus dan tinggi. “Insya Allah, kita bekerja saja dulu,”jelas mantan Ketua DPRD Sulsel ini tersenyum.
Sementara itu, dukungan Demokrat jelang Pilgub nampaknya akan disematkan kepada Nurdin Abdullah (NA).
Sinyal dukungan ini menyusul rencana DPP Demokrat yang akan menggelar pengumuman piala Sekjend untuk lomba pembuatan video kreasi anak muda, di Bantaeng Kamis (20/5) mendatang.
Pengamat Politik Unibos, Arief Wicaksono mengatakan bukan tidak mungkin kedepan akan banyak kegiatan yang mengarah pada dukungan salah satu bakal calon, apalagi bila di daerah itu ada putra daerah yang ingin maju. “Jadi bisa saja benar atau bisa juga itu hanya kebetulan, jika benar itu sebagai bentuk dukungan kepada NA, maka tentu itu akan membuat peta politik di Pilgub Sulsel akan kembali bergeliat dan semakin dinamis,”tutur Arief, Kamis (6/4).
Dengan modal 11 kursi di parlemen, berarti pasangan NA-TBL tinggal membutuhkan kurang lebih 6 kursi untuk bertarung,”Problemnya bagaimana dengan suara internal Demokrat yang juga telah mendorong ketuanya, Ni’matullah Erbe untuk maju,”bebernya.
Sementara Pengamat Politik lainnya, Luhur Andi Priyanto mengatakan dalam politik hubungan simbiosis mutualisme niscaya adanya, begitu yang terjadi antara Demokrat dan NA,” NA membutuhkan Partai Demokrat untuk kontestasi Pilgub, Demokrat juga akan mendapatkan manfaat sosialisasi dari kegiatan itu,”terangnya.
Ia menilai bantuan fasilitas dari NA ke Demokrat tentu lebih realistis dibandingkan menfasilitasi partai lain yang sudah punya kandidat usungan, Politik kan take and give. Jika banyak memberi berarti bisa juga berharap banyak menerima di ujung “jalan”. Kecuali ada “begal” yang merampas di tengah jalan.
Ni’matullah membenarkan soal rencana kegiatan DPP, namun bukan sinyal usungan partai yang akan diberikan kepada NA, apalagi pendaftaran baru akan dibuka Juni mendatang.
Menurut Wakil Ketua DPRD Sulsel ini, Demokrat memiliki aturan dan mekanisme untuk mengusung sehingga menurutnya masih terlalu dini jika diartikan sebagai sinyal usungan.
Sekretaris Demokrat Sulsel, Syamsul Rizal mengaku Bantaeng bukanlah daerah satu-satunya yang akan menjadi tempat digelarnya beberapa kegiatan Demokrat. “Jadi sebenarnya DPP Demokrat itu sudah mengagendakan beberapa kegiatan besar di daerah, seperti Sinjai,dan Bone. Sehingga salah kalau dibilang Bantaeng menjadi spesial dan menjadi isyarat usungan Demokrat ke NA,”pungkas Wakil Walikota Makassar ini. (ita/rif)
Agus: Saya Memang Diminta Pimpin Gerindra
×

