MAROS, BKM — Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel menerbitkan peta partisipatif Kecamatan Bontoa, Selasa (11/4). Penerbitan ini digelar di kantor camat Bontoa yang dihadiri Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam, anggota DPRD Sulsel, Irfan AB, Direktur Eksekutif Walhi Sulsel, Asmar Exwar serta koordinator nasional Jaringan Kerja Pemetaan Partisipatif (JKPP), Denny Rahardian.
Penyerahan peta partisipatif desa se Kecamatan Bontoa dilakukan secara simbolis oleh Hatta Rahman bersama Chaidir Syam dan Irfan AB kepada perwakilan masing-masing desa yang telah rampung petanya.
Direktur Eksekutif Walhi Sulsel, Asmar Exwar, menuturkan, proses pembuatan peta ini melibatkan masyarakat setempat. Karena dapat dipastikan yang paling tahu tentang keadaan wilayah adalah masyarakat itu sendiri. Sehingga dengan melibatkan masyarakat setempat, diyakini tidak ada lagi konflik antar warga karena perebutan lahan.
Dalam peta tersebut, kata Asmar, memuat beberapa informasi tentang lahan termasuk potensi masyarakat setempat, tapal batas, dan informasi lainnya. Sementara itu, Bupati Maros, HM Hatta Rahman, mengharapkan, dengan adanya peta ini tidak ada lagi konflik lahan antar warga karena pembuatan peta ini melibatkan masyarakat.
”Saya sudah lihat petanya. Dari peta ini banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan, tidak hanya tapal batas tapi juga jenis lahan, peruntukan dan potensi daerah tersebut. Misalnya Bontoa, dari peta tersebut saya tahu 80-90 persen masyarakatnya petambak,” papar Hatta.
Sedangkan Koordinator Nasional KJPP, Denny Rahardian, mengungkapkan ketertarikannya dengan Maros karena posisi Maros yang strategis yakni berdekatan dengan ibukota provinsi. Selain itu, keberadaanua sangat strategis dengan bentang alam yang lengkap, yakni pesisir, pegunungan, dan daratan.
”Harapan kami Maros menjadi pilot project dan model ground perencanaan desa kerjasama dengan kementerian desa,” pungkas Denny. (ari/mir/c)
Walhi Terbitkan Peta Partisipatif
×

