BARRU, BKM — Dari puluhan siswa SMA swasta yang tidak mengikuti ujian nasional berbasis kertas pensil (UNKP) di Barru. Delapan diantaranya lebih memilih menikah dan mengorbankan ujian nasional.
Meski jumlah dominan dari puluhan siswa tidak ikut UN karena merantau. Ke delapan siswa yang menikah itu ada 4 dari SMA PGRI Barru dan 4 siswa SMA PGRI Mangkoso.
Adanya sejumlah siswa SMA swasta yang tidak hadir UN, karena nikah tak dibantah Kepala UPT Diknas Wilayah Barru, Syarkawi, ketika sedang memantau pelaksanaan UNBK-UNKP di SMA Negeri 1 Barru, Senin (10/4).
Dia menilai fenomena itu merupakan hal biasa terjadi di sekolah swasta. Apalagi di daerah, orang tua masih dominan dalam penentuan jodoh kepada anak-anaknya. “Memang ada beberapa laporan kepala sekolah bahwa ada peserta UN yang tidak hadir karena alasan nikah. Tetapi hal itu bukan jumlah dominan. Ketidakhadiran siswa lebih banyak karena merantau,” aku Syarkawi.
Fenomena nikah sebelum UN adalah hal yang disayangkan para guru di daerah ini. Tak terkecuali Ketua MKKS SMA se Kabupaten Barru, Muhammad Akil ketika dihubungi kemarin, menilai hal tersebut terlalu cepat dilakukan siswa seumur kelas XII untuk menikah. Apalagi siswa itu terdaftar sebagai peserta UN, namun tidak diikutinya. “Kami terima laporan dari Kepala SMA PGRI Mangkos kalau empat siswanya tidak hadir UNKP karena sudah menikah,” kata Akil
Kepala SMA PGRI Barru, Ahmad Jamaluddin juga melaporkan ke UPT Diknas Wilayah Barru jika dari 55 siswa terdaftar UNKP, ada 21 yang tidak hadir dan kebanyakan beralasan tidak ikut UN karena merantau.” Tetapi ada juga 4 siswa kami tidak UNKP karena menikah,” pungkas Ahmad. (udi/C)
Pilih Menikah, Delapan Siswa tak Ikut UN
×

