MAROS, BKM — Wawan, Dermawan (16), korban ledakan mortir yang terjadi di lapangan tembak Dusun Balocci, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu yang terjadi Minggu (23/), menjalani operasi di RSUP Wahidin Makassar, Senin kemarin (24/4).
Siswa kelas dua SMP ini dirujuk setelah mendapatkan perawatan intensif selama lebih dari 10 jam di RSUD Salewangang Maros. Ayah kandung korban, Kaharuddin, mengatakan, anaknya dirujuk karena serpiham mortir yang telah meledak masih bersarang di tubuh Wawan.
Wawan dirujuk Senin malam. Wawan dirujuk akibat kondisinya yang semakin kritis. Serpihan mortir yang masih bersarang disekujur tubuh korban membuat kondisinya semakin lemah. Korban juga mengalami luka serius pada pelipis kanan, pangkal paha kanan, betis kiri, siku kanan, jari telunjuk dan ibu jari kanan serta bagian dada.
”Kata dokter, dia dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin, karena masih ada serpihan mortir yang harus diangkat. Ada delapan titik di tubuhnya dioperasi karena masih ada serpihan mortir. Pihak Rumah Sakit Salewangang tidak memiliki fasilitas lengkap. Makanya, Wawan terpaksa harus dirujuk untuk mendapatkan penanganan yang lebih,” tambahnya.
Anak pertama dari tiga orang bersaudara ini mengeluhkan rasa sakit di seluruh bagian tubuhnya yang terluka terkena serpihan. Terutama pada bagian wajah yang mulai membengkak. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab atas insiden tersebut. Termasuk pihak TNI AD sebagai pemilik lahan.
Mortir meledak pada Minggu (23/4) sekitar pukul 11.30 Wita. Wawan Darmawan meninggalkan rumahnya untuk mengambil sapinya yang sementara makan di lapangan tembak Desa Benteng Gajah. Ia juga ingin memberikan minum kepada sapinya sebelum meninggalkan lokasi. Saat mendekat ke sapi, Wawan menginjak salah satu benda sebesar ukuran baterai dan langsung meledak. (ari/mir/c)
Siswa SMP Korban Ledakan Mortir
×

