BANTAENG, BKM — Musibah kecelakaan tunggal menimpa mobil toyota rush warna putih DD 1346 UE yang ditumpangi kafilah Bantaeng usai sepulang dari STQ (Seleksi Tilawatil Qur’an) tingkat provinsi Sulsel di Pare-pare, Rabu (3/5), dinihari.
Mobil milik H Hamka, Kepala KUA Tompobulu ini, terguling di Kampung Ci’nong, Kelurahan Tonrokassi Timur, Kecamatan Tamalate, Jeneponto, sekira pukul 04.00 wita. Akibatnya, mobil tersebut ringsek. Sopir dan empat penumpangnya mengalami luka berat dan ringan.
Kepala TU Kemenag Bantaeng, H Ahmad Jailani Jabbar, mengatakan, mobil dikemudikan Safaruddin, Staf Kemenag. Keempat penumpangnya adalah, H Hamka (Kepala KUA), Mahdi Bakri (Humas Kemenag), Rusdiawan (Penyuluh Kemenag), Martinah (qariah).
Jailani menuturkan, Martinah adalah qariah dewasa mewakili Bantaeng di tingkat provinsi. Rusdiawan, kata dia, mendapat amanah sebagai anggota dewan hakim STQ tingkat provinsi Sulsel. Martinah merupakan isteri Rusdiawan.
Diungkapkan Jailani, Hamka menderita luka berat dan masih dirawat di RSUD Lanto Dg Pasewang Jeneponto. Empat lainnya dirawat di RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng. (wam/C)
Mobil Kafilah STQ Kecelakaan
×

