LUWU, BKM — Tim Narkoba Polres Luwu memburu bandar sabu lintas provinsi yang beroperasi di wilayahnya dalam beberapa pekan terakhir.
Kapolres Luwu AKBP Ahmad Yanuari Insan didampingi Kasat Narkoba AKP Purba saat jumpa pers di Mapolres, Rabu (3/5) menjelaskan pengungkapan jaringan narkoba di wilayahnya setelah pihaknya menggelar Operasi Antik 2017.
Selama operasi timnya berhasil meringkus tujuh pelaku sekaligus bandar narkoba lintas provinsi.”Total barang bukti sabu yang disita mencapai 43,5 gram dengan uang tunai sejumlah Rp 9 juta lebih,” ujar Kapolres.Kapolres menambahkan pihaknya kini sedang menguber salah satu bandar sabu yang melakukan pengiriman narkoba melalui jalur ekspedisi ke Papua. “Paket sabunya dikirim lewat expedisi dipaket dalam sepatu yang isinya 30,5 gram sabu,” tambahnya.Sementara Kasat Narkoba AKP Purba menambahkan tujuh tersangka pengedar sudah diamankan dan anggotanya sedang melakukan pengejaran atas bandar narkoba yang mengederakan narkoba melalui jalur ekspedisi.
“Kita sudah kantongi identitas dan jaringan expedisi di Luwu namun mohon maaf belum bisa kita ungkap karena ke media sementara pengembangan,” ujar AKP Purba.
Menurut Kasat peredaran narkoba jenis sabu di Luwu makin parah dan masuk kategori darurat narkoba. Selama 20 hari gelaran Ops Antik di mulai 10- 29 April lalu terdapat empat kasus yang terungkap dengan total Barang Bukti(BB) sabu sejumlah 43,5 Gram. Sementara tujuh terangka plus satu kasus sedang lidik dengan BB 30,5 gram diamankan dari pengiriman ekspedisi saat pengiriman ke Papua.
Tujuh tersangka yang diamankan yakni Akib Akbar,
Reski Jaya, Marjuni Usman, Muh Aris dan Riswandi Wahid termasuk satu tahanan mantan anggota TNI Liku Erwanto. (wan/C)

