MAKASSAR, BKM– Setelah sukses merintis usaha kopi arabika dan robusta. Kopi Punggawa yang telah berdiri sejak 1996 resmi membuka outlet kopi pertamanya di Jalan Sunu Raya nomor G 16A, Kecamatan Bontoala, Minggu (7/5).
Antusias masyarakat menghadiri pembukaan outlet Kopi Punggawa cukup tinggi. Dimana sejak pukul 11:53 wita, masyarakat terlihat silih berganti masuk ke dalam outlet. Beberapa papan karangan bunga ucapan atas suksesnya Kopi Punggawa membuka outlet turut menghiasi sekitar lokasi. Salah satunya karangan bunga dari Begos atau Bebek Goyang Sulawesi.
Pemilik Kopi Punggawa H Abbas Abu mengatakan, sejak berdirinya Kopi Punggawa, ia hanya menyuplai kopi untuk masyarakat menengah. Hadirnya outlet Kopi Punggawa diharapkan dapat lebih melayani permintaan konsumen di kalangan kelas atas seperti dari hotel, warkop ataupun cafe khususnya di Kota Makassar.
“Kopi Punggawa sudah ada sejak 1996 dan itu berada di Jalan Rappokalling, Kecamatan Tallo. Kopi yang kami produksi ada dua jenis yaitu rabika dan robusta. Dengan berdirinya outlet, kami target pemasaran kopi untuk kalangan menengah ke atas bisa lebih banyak,” katanya.
Abbas menerangkan, kopi yang diproduksi baik arabika mupun robusta bukan hanya berasal dari pulau Sulawesi. Tetapi juga didatangkan dari Aceh, Flores, Papua dan Bali. Hanya saja, kopi yang diproduksi Kopi Punggawa tetap dominan dari Sulawesi yang didatangkan dari Toraja, Mamasa, Sinjai dan Malino.
“Sentra kopi di Sulawesi bukan hanya di Toraja saja. Di Mamasa, Sinjai dan Malino pun juga sebagai sentra kopi. Kami sengaja mengambil kopi dari Sulawesi karena kami mau mengangkat citra kopi di Sulawesi,” sebutnya.
Dia menambahkan, kopi yang diproduksi Kopi Punggawa lebih banyak diminati untuk jenis robusta. Hal itu dikarenakan harga yang terjangkau dan tekstur kopi arabika yang high juga lebih kental. Sementara kopi arabika memiliki karakter soft dengan aroma yang kuat serta harga jauh lebih tinggi dari robusta.
“Jenis robusta yang banyak diminati masyarakat di Sulawesi. Selain karena harga robusta lebih murah dibandingkan arabika, robusta juga lebih kental tetapi kalau aroma arabika yang tinggi. Untuk harga kopi spesialti Rp250 per kilo, arabika grade 3 Rp140 ribu per kilo dan robusta Rp60 ribu per kilo. Hadirnya oulet Kopi Punggawa diharapkan dapat lebih memperkenalkan kopi-kopi lokal ke seluruh masyarakat luas,” ujarnya. (arf)
Kopi Punggawa Resmikan Outlet Pertama
×

