BARRU, BKM — Seorang pemuda kampung Arli alias Botak terpakar setelah dilumpuhkan dengan timah panas usai menyerang seorang anggota polisi Aiptu Muhaimin di SD Kupa, Sabtu (13/5).
Sebelum kejadian, Botak dilaporkan melakukan pengrusakan terhadap SD Kupa. Warga yang melihat kejadian ini melaporkan aksi Arli ke Mapolsek Mallusetasi.
Mendapat laporan, Aiptu Muhaimin langsung ke lokasi kejadian. Arli yang mengamuk dengan badik terhunus langsung direspon polisi. Muhaimin berusaha menenangkan Arli tapi tak digubris. Justru sebaliknya, saat Muhaimin hendak merebut badik milik Arli malah mendapat perlawanan. Bahkan istri dan anak Muhaimin sempat diancam ditikam oleh Arli tapi sang polisi dengan sigap menguasai keadaan dan kembali meminta Arli agak tidak berbuat membabi buta.Tapi lagi-lagi Arli bergeming. Dia kembali ke rumahnya dan mengambil badik lalu menantang sang polisi berkelahi dengan badik terhunus.
Beberapa kali Muhaimin berusaha menenangkan Botak tapi ajakan itu tak digubris. Malah Arli semakin beringas berusaha menghunjamkan badik ke arah petugas. Melihat situasi semakin runyam Muhaimin terpaksa melepaskan timah panas ke arah Arli. Seketika Arli terkapar dan langsung dilarikan ke RS Andi Makkasau Parepare.
Kasubag Humas Polres Barru AKP Zainuddin membenarkan kejadian ini. “Pemuda itu ditembak karena melawan petugas. Bukan hanya Aiptu Muhaimin yang nyaris ditikam. Istri dan anaknya pun hampir saja menjadi korban penikaman sendainya tidak segera diambil tindakan tegas. “Arli itu ternyata DPO BNNP di Makassar. Makanya dia dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar,” ujar Zainuddin (udi/C)

