MAMUJU, BKM — Tim OPD Pemprov Sulbar dan Dewan Pakar berbagai profesi dan keahlian, melaksanakan rapat perumusan RPJMD Sulbar 2017-2022. Rapat berlangsung maraton hingga Sabtu malam.
Pembahasan yang lebih komprehensif berdasarkan dimensi yang telah dipetakan antara lain dimensi pembangununan SDM dan karakter building. Pada sesi ini, dinas pendidikan dan kesehatan menjadi lembaga yang diharap banyak menyusun pilot project untuk mendukung pengembangan SDM dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Provinsi Sulbar.
Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Sulbar, Ismail Zainuddin, dewan pakar, para pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, tampak begitu antusias mengikuti pertemuan yang dipandu Dr Yundini Husni Djamaluddin yang berlangsung hingga larut malam.
Secara empirik, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar (ABM) melihat bahwa kualitas pendidikan di Sulbar masih sangat perlu dipacu dan digenjot. Karena secara kompetitif ditingkat nasional misalnya, kata ABM, seleksi pendidikan AKABRI dan kepolisian masih sangat jarang anak-anak dari Sulbar yang lolos. ”Kita ingin pada setiap seleksi seperti ini, selalu ada anak kita dari Sulbar yang lolos. Namun demikian, harapan ini belum bisa kita wujudkan secara maksimal. Karena standar pencapaian kita baru berada di rata-rata angka 5 kemudian yang dibutuhkan itu angka 6,” jelas ABM.
Untuk mencapai hal tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, kata ABM, harus membuat pilot project peningkatan SDM. Tenaga pengajar harus cerdas maka peran yang harus dilakukan adalah menyediakan sarana prasarana pendukung. Di antaranya komputer, maka perlu dirancang sebagai metode. Sehingga para siswa nantinya itu akan betah berada pada ruang belajar sekolah.
Untuk meningkatkan SDM, para tenaga pendidik juga harus diprogramkan untuk mendapatkan gelar S2 dan S3. Dan ini akan dijamin Pemerintah Provinsi Sulbar 10 sampai 15 orang setiap tahunnya.
Maka dalam program ini, ke depan tidak ada lagi kata bahwa ada SMA dan SMK yang ada di wilayah Sulbar, tidak mencukupi sarana komputer. Untuk itu, pihak gubernur Sulbar mencanangkan program untuk persiapan sarana prasarana pendukung pada setiap sekolah baik tingkat SMA dan SMK, harus dilengkapi sarananya.
ABM menambahkan, selain dari aspek formal maka sekolah itu harus menyiapkan sarana pendukung untuk kegiatan kokurikuler dan ekstra kurikuler. Sehingga para siswa akan betah dan juga mencintai sekolah. Maka menurutnya, untuk memberikan semangat para siswa siswi di setiap sekolah harus ada penyiapan sarana terlebih dahulu. (ala/mir/c)
Gubernur Harap Program Pendidikan Lebih Fokus
×

