pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

KKG-PAI Gelar Pelatihan Bedah Kurikulum 13

MAKASSAR, BKM–Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kota Makassar menggelar pelatihan bedah kurikulum 13, Sabtu (20/5) di SD Inpres Kassi, Kecamatan Manggala. Diklat tersebut bagian tak terpisahkan dengan bedah kurikulum Juni 2017 mendatang dengan melatih ratusan guru di 178 sekolah.
Pelatihan yang dipandu instruktur nasional, Haerul M Anwar, SPd.I ini, hadir Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kemenag Kota atas nama Ka.Kemenag Kota Makassar, Drs H Tompo, SH. MHum. Ketua KKG-PAI Makassar, Saharuddin, SPd.I, pengurus KKG kota Hj Munirah AM, SAg.MPd. Ka.UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala diwakili Andi Takwa, SH, MSi. Pengawas PAI Kecamatan U. Pandang, Sahib, SPd.I. Pengawas PAI Kecamatan Manggala, Dra Hj Halifah. Kepsek SDI Tamangapa dan stafnya, H Abdul Razak, SPd/ H Surigawi, SPd.I dan Hj Andi Sukwana, SPd.I serta Kepsek SDI Kassi dan stafnya, Hj Sukmawati, SPd.I /Mariati Djabbar, SAg dan seratusan utusan sekolah.
Kasi PAIS, H Tompo mengatakan, tugas dan tanggungjawab guru agama terkait kurikulum 13 (K13) tidak ringan. Dia pembentuk ‘peta dan pengetahuan’ anak didik. Peranan ini sangat menentukan dan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan masa depan anak. Tanpa peta dan pengetahuan agama dengan karakter mulia tidak akan membawa peserta didik kemana-mana. Lagi pula 80 persen anak Islam ada di sekolah umum, pemerintah dan orangtua anak bisa pertanyakan kompetensi dan profesional guru agama dalam melaksanakan perannya di lapangan.
H Tompo menyebut, budi pekerti yang mulia tidaklah timbul kalau tidak dari sifat keutamaan. Keutamaan tercapai dari pejuangan, diajar, dibiasakan, sehingga menjadi perangai yang tetap. Pencapaian wujud ini semua bisa dilakukan guru karena benihnya sudah ada lebih dahulu didalam jiwa sendiri, yang bernama benih fitra, kesucian asli. Cuma untung malang manusia juga yang kerapkali menyebabkan mereka tergelincir dan terlanjur keluar jalan sehingga jatuh. Lantaran pergaulan misalnya, lantaran sorak sorai masyarakat, tarikan teman-teman yang terlanjur buruk, itulah yang kerap menyebabkan anak tersesat. Dan jika terjadi seperti itu, guru wajib mengendalikan anak supaya kembali kepada jalannya yang asli. Sebab keutamaan hanya diperoleh dengan berjuang, dengan mendidik dan belajar. Dasar agama harus kuat karena dalam diri anak masih sangat gampang disusupi pemikiran-pemikiran tertentu, tandasnya.
Korelasi semua itu dipaparkan pemandu (K13) Haerul M Anwar, terkait dengan penilaian sikap, terdiri sikap spiritual dan sikap sosial. Seperti, ketaatan beribadah, berperilaku syukur, doa sebelum dan sesudah melaksanakan. Menanamkan budi pekerti yang tinggi dan luhur. Menanamkan adanya rasa pengawasan malaikat Al-Muraqabah dari Tuhan yang tiada pernah lupa dan tidur. Menanamkan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk dan hamba Allah. Sehingga sifat-sifat tersebut diharapkan akan menjadi sumber kebaikan dan keberuntungan pada diri masing-masing dan kepada sesama hamba Allah. (zai/war)



×


KKG-PAI Gelar Pelatihan Bedah Kurikulum 13

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar