BAKAL Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo mendapat pujian dari para guru besar di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar pada ujian proposal penelitian di Fakultas Hukum Unhas, Senin (22/5). Sebanyak tujuh guru besar yang menjadi tim penguji dan promotor kandidat doktor ini tak ragu memberi nilai A.
Nilai sempurna yang jarang didadapatkan calon peneliti saat melakukan ujian proposal, berhasil dicatatkan Ichsan yang secara meyakinkan mampu memukau para guru besar di bidang hukum, tata negara, maupun di bidang pendidikan.
Di proposal penelitian ini, pelopor pertama Perda Pendidikan Gratis di Indonesia, mengambil latar belakang dari Pembukaan UUD 45 aline 4 yang garis besarnya tengang negara harus bisa mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam kajiannya, Ichsan melihat sistem pengelolaan pendidikan Indonesia masih ‘tertinggal dan terbelakang’ jika dibanding dengan sistem pendidikan yang ada di negara negara Asia lainnya.
“Hal ini dilihat dari pelayanan pendidikan nasional yang masih berorientasi pada filosofi ‘stres akademik’ yang cenderung memaksakan, menekan, bahkan mengancam. Cara ini tentu saja tidak akan menciptkan atmosfir belajar yang kondusif untuk memberikan ruang yang luas bagi peserta didik untuk mengembangkan krativitasnya,” papar Ichsan yang di ujian ini mengenakan jas almamater Unhas.
Padahal, lanjut dia, kreativitas sangat dibutuhkan untuk berinovasi dan berkompetisi di masa mendatang. Sebab dampak dari penerapan sistem pendidikan itu berdasarkan hasil PISA (programer for internasional student assesment), kemampuan anak Indonesia usia 15 tahun di bidang Matematika, sains dan membaca masih rendah diibanding dengan peserta didik di dunia.
Dalam analisis masalah, Ichsan menyebut bahwa kebijakan sistem pendidikan dasar terutama kelas 1 dan 2 masih kurang memperhitungkan ‘daya tampung dan daya kerja otak anak. Padahal secara lahiriah setiap anak telah dibekali potensi kecerdasan standar yang dibawa sejak lahir. Apalagi potensi kecerdasan dapat dikembangkan lagi hingga 200 miliar sel neuron untuk bersinapsis pada otak kiri dan kanan pada usia 3 sampai 8 tahun.
Guru besar yang melakukan uji proposal yakni Prof Dr Syamsul Bachri SH MS, Prof Dr Farida Patittingi SH M.Hum, Prof Dr Aminuddin Ilmar SH, M.Hum, Prof Dr Abduk Razak SH MH, Prof Dr Andi Pangerang Moenta SH, MH, DFM, Prof Dr Irwansyah SH MH, dan Prof Dr Anshori Ilyas SH MH. (rif)
Dapat Pujian dari Guru besar Unhas
×

