GOWA, BKM — Inovasi pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa sejak masa kepemimpinan H Ichsan Yasin Limpo sebagai bupati Gowa semakin disempurnakan Adnan Purichta yang juga putra dari Ichsan ini menjabat sebagai bupati Gowa.
Dari berbagai inovasi pendidikan itu, tak heran jika Muh Syarif Bando mengaku salut. Bahkan memuji Adnan ketika hadir dalam talkshow bertajuk Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca yang digelar Pemkab Gowa melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, di Baruga Karaeng Galesong Pemkab Gowa, Rabu siang (24/5).
Dalam talkshow yang dihadiri sekitar 200 orang peserta yang didominasi pelajar, organisasi pemuda serta perempuan ini dihadiri Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muh Syarif Bando.
Syarif Bando mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan pelaksanaan pendidikan di Gowa. Ia juga menyinggung soal cetusan pendidikan gratis dan sistem yang begitu populer saat ini yakni SKTB (Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan) yang pernah diterapkan Pemkab Gowa.
Syarif Bando pun mengakui bahwa Gowa ini memang barometer pendidikan. ”Itu harus kita akui,” kilahnya.
Gowa pada umumnya, kata dia, memang menjadi barometer, tak hanya soal pendidikan. ”Di sini juga banyak melahirkan pemimpin yang berprestasi. Ada pak Syahrul Yasin Limpo, pak Ichsan Yasin Limpo dan sekarang ada juga pak Adnan,” katanya.
Pemimpin-pemimpin ini, kata dia, lahir dari pilihan rakyat. ”Mohon maaf. Saya termasuk salah seorang yang tidak setuju dengan istilah dinasti di negara demokrasi ini. Bagaimana mau dikatakan dinasti, sementara pak bupati (Adnan) ini misalnya terpilih setelah melalui proses berdarah-darah (susah payah),” katanya.
Ia juga menyebut Adnan dengan karakter kepemimpinannya saat ini menampakkan diri sebagai calon pemimpin yang akan berkiprah ditingkat nasional. ”Pak bupati ini calon pemimpin besar bangsa,” ucapnya.
Safari yang dilakukan itu, menurutnya, merupakan bagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia dan pengimplementasian nawacita Presiden Jokowi berupa revolusi mental. Ia juga memastikan siap mensupport upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan bacaan pada warga.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan, sebagai duta baca.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyebut kegiatan ini menunjang program Pemkab Gowa dalam mewujudkan Gowa sebagai kabupaten pendidikan. Ia juga menyinggung terkait dikukuhkannya ketua TP PKK Gowa sebagai duta baca.
”Bapak tidak salah memilih duta baca. Ketua TP PKK ini pak, minimal menyelesaikan tiga buku bacaan dalam seminggu,” kata Adnan menyebutkan kebiasaan istrinya di sela lowong kegiatan.
Adnan juga mengatakan, terkait inovasi Pemkab dalam menumbuhkan minat baca warga, maka telah dibangun kampung literasi di Gowa dan sudah berjalan sejak tahun lalu. ”Insya Allah ditiap kecamatan akan ada kampung literasi. Bahkan, perpustakaan sangat memungkinkan dihadirkan ditiap desa. Hal itu didukung besarnya dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat. Tahun ini misalnya, Gowa mendapatkan Rp90 miliar dana desa untuk 121 desa yang ada. Ditambah ADD dari APBD, sehingga ada desa di Gowa yang memperoleh anggaran sebesar Rp1,5 miliar,” kata Adnan didampingi Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah, Muh Taslim. (sar/mir)
Adnan Gagas Perpustakaan Desa
×

