PASANGKAYU, BKM — Ramai diberitakan di sejumlah media nasional dan lokal, membuat gabungan Aliansi Peduli Kemanusian, Mahasiswa Makassar Sulsel dan Palu Sulteng, datang dan memberikan bantuan untuk Opa, bocah lumpuh yang hidup di gubuk reot, beberapa hari lalu.
Aliansi Peduli Kemanusian Makassar, Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara (Hipma Matra ) Makassar, Himpunan Mahasiswa (Hima Mateng) dan Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I), sementara yang dari Palu mengatasnamakan Aliansi Peduli Opa’ Sulbar, Lembaga Pelajar Mahasiswa Mamuju Utara (LPM Matra), Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (HPPM Mateng), Himpunan Pelajar Mahasiswa (HPM) Mamuju.
Koordinator Aliansi Peduli Kemanusian Makassar, Muh Rizal yang datang langsung melihat kondisi Opa, menyesalkan sikap Pemkab Mamuju Utara (Matra) dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) sebagai Instansi terkait. Karena instansi ini tak kunjung memberikan bantuan kepada Opa. Padahal, telah sering kali didata.
Bantuan yang diberikan dari hasil penggalangan dana dan bazar sebanyak Rp10.600.000, berupa mie instant 5 doz, genset 1 unit, pakaian dan sarung, beras 25 Kg dua karung, minyak goreng 5 liter, gula 3 Kg, susu 4 kaleng, biskuit satu kaleng, jaring ikan satu set serta beberapa buah permainan dan makanan ringan untuk Opa.
”Selain yang kami belanjakan untuk kebutuhan sandang dan pangan Opa dan orangtuanya, ada juga uang tunai yang kami berikan dari sisa yang kami belanjakan,” ungkap Rizal.
Sementara Koordinator Aliansi Mahasiswa Sulbar, Tasrun, mengatakan, dana terkumpul selama mereka melakukan aksi penggalangan sebanyak Rp4.700.000, dan telah dibelanjakan untuk membeli seperangkat alat tidur serta kelambu dan sisanya diberikan langsung kepada Baco Pakir, orangtua Opa. (ala/mir/c)
Aliansi Mahasiswa Bantu Bocah Lumpuh
×

