MAKALE, BKM — Tiga komisi DPRD Tana Toraja intens rapat kerja dan konsultasi dengan mitra kerjanya bahas serapan anggaran tahun 2017, ternyata sangat mengecewakan.
Pasalnya, tiap OPB baru belanja rutin yang cair, sementara belanja modal untuk proses pembangunan masih sangat rendah nol persen.
Anggota komisi III DPRD Tator Luther Sampe Patasik Selasa (30/5) menjelaskan sangat disesalkan daya serap anggaran belanja modal di Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) sebab baru mencapai 0.12 persen.
Minimnya serapan anggaran tentu berdampak kepada lambannya proses pembangunan tahun ini, sehingga Pemda didesak melalui semua OPD segera melakukan tender proyek yang sudah siap.
Dijelaskan Luther, parahnya lagi rendahnya serapan anggaran disebabkan tender konsultan proyek juga lamban dilakukan sehingga perencanaan tehnis juga terlambat.
Penykit kronis tersebut sudah berulang kali setiap tahun, olehnya itu diharapkan kepada bupati Nicodemus Biringkanae kejadian serupa tidak terulang tahun anggaran kedepan.
Legislator PDIP ini menyebutkan idealnya proses tender berjalan sesuai target persemester dan pencairan anggaran. Pasalnya kendala teknis dilapangan cukup banyak membuat proyek tidak selesai tepat waktu.
Karena itu dewan segera desak bupati melalui semua OPD yang kelola proyek segera persiapkan tender dan paling lambat bulan Juni 2017 semua sudah jalan.
Meski demikian, lanjut Luther dibalik rendahnya serapan anggaran, tetap mengapresiasi dan salut kesiapan Pemda segera membayar utang proyek tahun 2016 lalu kurang lebih Rp.115 milyar.
Menurut Luther, sesuai hasil audit Inspektorat Daerah sudah sekitar 70 persen lebih proyek layak jadi utang daerah, dan diharapkan bulan Juni 2017 sekitar Rp.70 milyar sudah siap dibayarkan kepada rekanan yang memenuhi syarat. (gus/C).
Dewan Sesalkan Rendahnya Serapan Anggaran
×

