MAKASSAR, BKM–Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang harus mendapatkan rekomendasi dari Partai Demokrat atau Partai Gerindra jika ingin berkompetisi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel Juni 2018 mendatang.
Baik Demokrat maupun Gerindra sama-sama mengontrol 11 kursi di DPRD Sulsel. Sebab tanpa salah satu partai diatas, maka bisa jadi Agus yang juga ketua Depidar SOKSI Sulsel ini hanya jadi penonton. Saat ini modal Agus baru PKB pemilik 3 kursi di parlemen. Kalaupun mendapat dukungan dari PDIP dengan 5 kursi dan PBB serta PKPI Masing-masing 1 kursi masih sangat kurang. “Insya Allah dukungan parpol cukup,”ujar Agus usai mengembalikan formulir di kantor DPD PDIP Sulsel, Minggu (11/6).
Tak hanya Agus, namun Nurdin Abdullah (NA) juga wajib mendapat dukungan Demokrat atau Gerindra.
Meski saat ini PKS yang mengontrol 6 kursi lebih dekat dengan NA, namun partai yang dipimpin Mallarangeng Tutu ini juga menunggu teman koalisinya yakni Gerindra serta Nasdem. Di Pilgub DKI, Gerindra dan PKS berkoalisi, sementara di Pilbup Takalar PKS berkoalisi dengan Nasdem.
Adapun HAM Nurdin Halid (NH) sudah mendapat rekomendasi dari Golkar. Bahkan NH-Azis juga mengincar dukungan Hanura, PKS dan PBB serta PKPI.
Sementara itu, Ichsan Yasin Limpo hampir pasti mendapat dukungan dari PAN yang mengontrol 9 kursi. Selain itu, mantan Bupati Gowa ini juga berpeluang diusung PPP dan Nasdem yang masing-masing mengontrol 7 kursi serta Hanura pemilik 6 kursi.
Pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menilai jika NA sangat berpeluang diusung parpol pro pemerintah seperti PDIP, PPP dan Nasdem. “Selain itu, Pak NA juga berpeluang diusung parpol koalisi seperti Gerindra, Demokrat dan PKS,”ujar Suwadi, Minggu (11/6).
Sedangkan Agus, menurut Suwadi sepertinya harus menunggu kedua gerbong ini bersikap, dimana Agus harus menunggu salah satu gerbong partai pro pemerintah atau oposisi.
Dosen politik Unibos Dr Arief Wicaksono membenarkan peran strategis yang dimainkan Demokrat dan Gerindra. “Demokrat dan Gerindra termasuk penentu dari upaya perebutan kendaraan di Pilgub Sulsel 2018,”ujar Arief kemarin.
Menurutnya, karena Demokrat dan Gerindra sama-sama memiliki 11 kursi dan itu cukup signifikan untuk upaya mengimbangi, Golkar yang tidak perlu koalisi karena faktor kecukupan kursi untuk mendorong calon telah terpenuhi, yaitu 18 kursi. “Jadi, sebetulnya bukan hanya pak Agus atau Prof Nurdin saja yang membutuhkan Gerindra dan Demokrat, melainkan semua calon. Karena signifikansi jumlah kursi itulah sebenarnya, yang kemudian memunculkan anggapan bahwa jika pak Agus atau Prof Nurdin tidak dapat rekomendasi dari Gerindra atau Demokrat, maka sebaiknya jadi penonton saja. (rif)
Agus dan NA Wajib Dapat Demokrat atau Gerindra
×

