PENGAMAT politik Hidayat Nahwi Rasul memberikan gambaran besarnya kemungkinan koalisi yang akan terbangun antara Partai Gerindra dan Demokrat. Bahkan Hidayat memprediksi Gerindra dan Demokrat sangat kuat untuk membentuk koalisi. Hidayat beralasan peluang tersebut lantaran kemungkinan seperti koalisi yang terbangun ketika Pilgub DKI antara Partai Gerindra dengan PKS.
Dosen politik Unismuh Makassar Muhammad Arqam Azikin mengemukakan bila koalisi parpol dalam proses Pilgub berpotensi semua terjadi , asalkan ada kesamaan tujuan di kontestasi tersebut. “Pilgub Sulsel ini juga akan berpengaruh eskalasi politik Nasional, karena dinamika Pilgub juga akan tarikan efeknya ke Pileg dan Pemilihan Presiden 2019. Nah, tarikan parpol akan berada pada titik temu antar elit politik di level pusat,”ujar Arqam, Kamis (15/6).
Meski demikian, menurut Arqam, namun yang menentukan juga Calon Gubernur yang memberikan laporan faktual ke ketua-ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai yang akan diajak mengusungnya. “Kesenjangan pola komunikasi elit parpol di DPP akan berpengaruh ke posisi lobi politik di tingkat Provinsi. Gerindra di Sulsel bisa saja konek dengan berbagai parpol. Yang agak rumit bersama PDIP dengan Demokrat karena gambaran elit pusatnya agak berjarak. Tapi proses politik Pilkada di setiap daerah dinamika politik berbeda-beda. Dan koalisi-koalisi parpol masih terbuka, sebab DPP parpol juga belum konkrik memberikan dukungan rekomendasi ke empat figur yang sudah mengerucut kansnya menjadi Cagub Sulsel 2018,”jelas Arqam. (rif)
Hidayat: Koalisi Demokrat-Gerindra sangat Kuat
×

