MAKALE, BKM — Mengatasi longsor yang kerap terjadi di Tana Toraja, Dinas Lingkungan Hidup kerjasama Ormas Serikat Pemuda Toraja (SPT), Ikatan Pemuda Toraja Barat (IMTB), SMKN 1 Makale serta Sekolah Adiwiyata melakukan penanaman bambu 15.000 pohon di 9 kawasan bantaran sungai.
Penanaman bambu merupakan rangkaian hari lingkungan hidup. Kadis DLH Daud Balalembang kepada BKM Sabtu (17/6) mengatakan lokasi penanaman bambu tersebar di sembilan lokasi. Selain bantaran sungai Sarira-Bungin, juga Lapandan-Pantan, Kampen-Tampo, Tiromanda-Rante Sandabilik, Pattan-Buri Rea Tapokko, Talion-Banga, Sarapeang-Kole Barebatu, Bua’-Tarrung, dan Sia-Rano.
Penanaman bambu, sambung dia selain mencegah abrasi sepanjang bantaran sungai, bambu juga merupakan kebutuhan vital acara Rambu Solo, sekaligus mencegah longsor.
”Begitu besar dan banyaknya fungsi tanaman bambu bagi masyarakat Toraja, DLH target seperempat dari kawasan hutan Tana Toraja akan ditanami bambu,” paparnya.
Menanam bambu juga penghormatan kepada masyarakat Toraja pelihara dan menjunjung tinggi adat dan budaya. (gus/C).

