pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sejumlah ASN Terancam Tertunda Pembayaran Gaji 13

MAROS, BKM — Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Maros, terancam tertunda pembayaran gaji 13 nya. Pasalnya, mereka tidak masuk kerja dihari pertama Senin kemarin (3/7) pascalibur panjang lebaran Idul Fitri.
Tingkat kehadiran PNS pada hari pertama masuk kerja usai libur lebaran di lingkup Pemkab Maros mencapai 98 persen. Hal ini diketahui saat upacara rutin Senin (3/7) di Lapangan Pallantikang Maros.
Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Wabup Maros, HA Harmil Mattotorang dan Sekretaris Daerah, Baharuddin, melakukan pengecekan langsung absensi pegawai sebelum upacara dimulai. Tiap ASN pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dicek satu per satu absensinya untuk menghindari adanya kecurangan pegawai yang diisikan absensinya oleh rekan kerjanya.
Hatta mengatakan, hasil pengecekan langsung absensi ini cukup menggembirakan. Pasalnya, ASN yang hadir persentasenya cukup besar. Dia menduga karena libur lebaran cukup panjang sehingga ASN cukup puas berlibur bersama keluarga.
”Libur lebaran cukup panjang dibanding tahun-tahun lalu, jadi saya rasa tidak ada lagi yang menambah cuti kecuali yang cuti melahirkan,” ujarnya. Usai pengecekan absensi ini, kembali akan dilakukan pengecekan fisik di kantor-kantor OPD. Jangan sampai ada pegawai yang pulang setelah upacara.
Mengenai sanksi bagi yang tidak hadir pada hari pertama kerja, Hatta menyebut, sanksi akan diberikan sesuai aturan PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Sedangkan sanksi lain, yakni bagi ASN yang tidak hadir tanpa keterangan maka pembayaran gaji 13 nya akan ditunda.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKDD) Maros, Agustam, mengatakan, jumlah ASN yang tidak hadir pada OPD-OPD sangat kecil. Yakni satu atau dua orang saja. Itupun beberapa yang cuti melahirkan dan cuti karena alasan penting yakni umroh.
Seperti di BKDD itu hanya dua orang yang tidak hadir, OPD lain pun begitu hanya satu atau dua orang yang tidak hadir. Jadi persentase kehadiran peagwai pada hari pertama kerja cukup memuaskan dan berharap hal ini terus dipertahankan,” paparnya.
Banyaknya pegawai yang hadir saat hari pertama pascalibur lebaran, erat kaitannya dengan adanya peringatan yang sebelumnya dilontarkan saat menjelang libur lebaran. Pada intinya, pegawai yang tidak masuk pada hari kerja akan mendapatkan sanksi tegas dan sidak. (ari/mir/c)



×


Sejumlah ASN Terancam Tertunda Pembayaran Gaji 13

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar