BANTAENG, BKM — Bencana kebakaran terjadi, Senin (10/7), sekitar pukul 21.30 Wita. Rumah nenek Bibi (70) dan rumah milik putranya Syamsul Alam ludes dilalalp si jago merah.
Lokasinya berdekatan dengan rumah Jumariah dan Lenteng, warga Jalan Pahlawan Beloparang, Kelurahan Bonto Lebang, Kecamatan Bissappu, yang ludes terbakar, Rabu (5/7) lalu.
Tetangga korban, Syamsul Adi, Selasa (11/7), mengatakan, sumber api bermula dari rumah bi’bi’. Kobaran api cepat membesar dan merambah ke rumah Syamsul Alam di sebelah timur rumah bi’bi’. Tak berselang lama, kedua rumah tersebut menjadi tumpukan arang.
Rumah Sampara, putera bi’bi’ lainnya yang berada di sebelah selatan sumber kebakaran, nyaris juga rata dengan tanah. Beruntung para tetangga dan warga sekitar, ditambah petugas damkar, bertindak cepat. Sehingga rumah Sampara selamat. Hanya dinding sisi kanan rumahnya yang terbuat dari papan kayu terbakar habis.
Tidak ada tetangga korban yang tahu persis penyebab kebakaran. Menurut Syamsul Adi, yang juga Guru SMK Negeri 1 Bantaeng, tidak ada aktifitas masak memasak di rumah bi’bi’. Kata dia, api terlihat membesar dari ruang tengah.
Dikatakan Syamsul Adi, pada siang harinya, ada aktifitas pembakaran jerami kering di dekat rumah bi’bi’. Namun dia tidak berani menyatakan sebagai penyebab. “Ada jerami yang dibakar pada siang hari. Tapi saya sangsi hal tersebut menjadi penyebab kebakaran”, katanya.
Suamsul Adi menambahkan, bahwa Bi’bi’ tinggal seorang diri di rumahnya. Beruntung, pada saat kejadian, Bi’bi’ belum tidur sehingga bisa menyelamatkan diri dari musibah kebakaran ini. Kalau Syamsul Alam, katanya, dia baru mau tidur karena kelelahan usai menggelar pesta pernikahan puteranya.
Koordinator Tim Tanggap Siaga Bencana (Tagana) Bantaeng, Muh Asrul Salam, mengatakan, penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek karena ada bau hangus yang diduga dari kabel dan ledakan kecil.
Asrul yang mengurusi bantuan korban, mengungkapkan, Bi’bi’ melompat dari atas rumahnya ke sawah. Kebetulan di sebelah kanan rumah Bi’bi’ terdapat bentangan areal persawahan.
Menurut Asrul, kerugian harta benda ditaksir di atas Rp 100 juta ditambah uang tunai Rp 25 juta. “Syamsul Alam kehilangan uang tunai Rp 25 juta dalam peristiwa ini”, pungkas Asrul.
Kadis Sosial yang juga Pembina Tim Tagana, Andi Irvandi Langgara, mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan bantuan kepada korban. Berupa kebutuhan dasar, seperti, pakaian, sembako, peralatan dapur. Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada. (wam/C)
Dua Rumah Ludes Dilalap Api
×

