SIDRAP, BKM — Proyek revitalisasai Danau Sidenreng-Tempe di Kabupaten Sidrap, dinilai mati suri. Meski sudah setahun pasca pelelangan, tapi hingga kini proyek dengan anggaran APBN senulai Rp281.618.451.03,- itu, belum membuahkan hasil.
Pemantauan di lokasi proyek, Rabu (12/7) rekanan, dalam hal ini dilakukan oleh PP/BRP KSO, dengan didampingi konsultan suvervisi dari PT Yodya Karya (Persero), PT Virama Karya (Persero) dan GISS Konsultan (KSO), baru sebatas merintis jalan menuju lokasi proyek di perairan WetteE, Sidrap.
Di lokasi, belum ada tanda-tanda pihak rekanan akan memulai pekerjaaan sebagaimana kontrak proyek yang telah ia sepakati dengan nomor kontrak HK.02.03/AU/SB-RDT/58 pertanggal 19 Desember 2016 atau 840 hari kalender atau tepatnya hingga 8 April 2019.
Kondisi itu, turut disayangkan oleh masyarakat setempat. Terlebih, pihak pelaksana proyek dikabarkan sangat tertutup dengan kegiatan proyek nasional (Prona) itu.
Warga setempat, Maudu mengatakan, seharusnya sudah ada perkembangan berarti mengenai proyek itu. “Inikan sudah setahun berlalu, masa begitu-begitu saja,” ujar Maudu, kemarin.
Sulitnya warga memperoleh akses informasi mengenai kegiatan proyek itu, terkesan benar adanya. Terbukti, wartawan sempat mengunjungi beberapa pihak terkait proyek pengerukan sedimentasi danau itu, kemarin, namun tak satupun bersedia memberi penjelasan secara resmi.
Lurah WetteE, Muhammad Ridwan, juga mengaku tak tahu banyak soal proyek di wilayahnya itu. Ia hanya mendapat informasi bahwa akan dilakukan pengerukan lumpur yang mengendap di danau itu, sambil membuat tiga pulau didalamnya.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Makassar, Sulsel, Agus Setiawan, juga belum belum bersedia memberikan penjelasan resmi terkait progres mega proyek Danau Sidenreng-Tempe di Sidrap
itu. (ady/C)
Revitaliasi Danau Sidenreng-Tempe Mati Suri
×

