BANTAENG, BKM — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel Ichsan Yasin Limpo murka. Pasalnya, pengurus PMI Bantaeng yang akan dilantik hanya tiga orang yang hadir selebihnya tidak diketahui dimana rimbanya.
Pelantikan pengurus PMI Bantaeng periode 2015 – 2020 oleh IYL dilaksanakan, Senin (17/7) di Aula SMAN 4 Bantaeng. Tiga orang pengurus yang hadir yakni Muhammad Yasin, Abdul Mannan dan Andi Burhanuddin.
Sejumlah pejabat Pemkab Bantaeng yang juga sebagai pengurus tidak hadir. Diantaranya, Andi Mappatoba (Kepala Dinas Perindustrian), Asri Sahrun (Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan SDM). Dua pejabat instansi vertikal, AKBP Kuriniawan Affandi dan Letkol Heny Setiawan juga tidak hadir.
Diduga aksi sabotase dan ketidakhadiran para pejabat Pemkab untuk dilantik jadi pengurus PMI terkait Pilbup dan dan Pilgub. Yasin yang kini menjabat Wabup Bantaeng adalah salah satu kandidat calon bupati Bantaeng dan IYL kandidat Gubernur Sulsel.
Lepas dari adanya dugaan terkait politik, IYL sangat menyayangkan ketidakhadiran pengurus untuk dilantik. Kata dia, sudah berkeliling melantik pengurus PMI di Sulsel, baru Bantaeng, yang hanya dihadiri 3 dari 13 orang.
IYL prihatin, kenapa fenomena seperti ini terjadi. Padahal PMI adalah gerakan kemanusiaan. PMI tidak berafiliasi dengan politik atau pemerintahan. PMI berdiri sendiri untuk kemanusiaan.
“Bagi saya berkiprah di PMI adalah untuk ibadah dan kemanusiaan”, katanya.
IYL juga menyinggung bahwa PMI tidak butuh pejabat. Salah satu buktinya, TKI ilegal asal Bantaeng berhasil dipulangkan dari Malaysia tanpa campur tangan pejabat Bantaeng.
“Bagus kalau ada pejabat. Tapi kalau pun tidak ada pejabat yang mau, PMI bisa bekerja. Buktinya, tidak ada pengurus PMI di Bantaeng, tapi berhasil memberikan bantuan kemanusiaan dengan memulangkan TKI ilegal Bantaeng dari Malaysia”, urainya. (wam/C)
Pelantikan PMI Disabotase, IYL Murka
×

