pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Daerah Rawan Konflik Mulai Dipetakan

SIDRAP, BKM — Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidrap merupakan daerah yang dianggap rawan karena lokasinya perbatasan langsung dua kabupaten bertetangga yakni Kabupaten Pinrang dan Kabupaten Enrekang.
Hal itupun mulai dipetakan mengingat kerawanan kejahatan bisa saja terjadi kapan saja, apalagi menjelang Pilkada 2018 mendatang. Sejauh masyarakat disana sudah sangat membutuhkan Polsek defenitif.
Camat Kulo, Faradillah saat kunjungan Kapolres Sidrap, AKBP Witarsa Aji dalam program Polres Sidrap Peduli (PSP) di Aula Lantor Camat Kulo, Jumat, (28/7).
Faradillah menegaskan, Kecamatan Kulo memiliki 12.031 jumlah penduduk di enam Desa yakni Kulo, Maddenra, Bina Baru, Abbokongeng, Rijang Panua, dan Mario. Itu membutuhkan aparat kepolisian yang siap siaga satu kali dua puluh empat jam.
“Kami butuhkan Polsek di daerah ini. Sebab, mengingat Kecamatan Kulo merupakan daerah perbatasan dua Kabupaten yakni Pinrang dan Enrekang yang rawan konflik,” kata Faradillah.
Kepala Desa Kulo, Haryanto mengatakan sudah menyiapkan lahan pembangunan Polsek baru dengan luas 5 areh, tepatnya samping pasar Kulo.
“Dari dulu, kami sudah siapkan lahannya. Sisa pembangunannya belum terealisasi sampai sekarang,” ucapnya.
Kapolres Sidrap, AKBP Witarsa Aji usai sosialisasi Kamtibmas bersama rombongan langsung mengunjungi lahan yang disediakan warga untuk pembangunan Polsek baru.
“Kita sudah tinjau lokasinya. Dan memang sangat strategis untuk dibagun Polsek baru. Apalagi selama ini keamanan dan ketertiban Kecamatan Kulo kan secara langsung dibawah pimpinan Kapolres Panca Rijang,” ucapnya.
Dia mengatakan, sudah memerintahkan Kepala Bagian Perencanaan Polres Sidrap, Kompol Mahmud untuk menindaklanjuti ke Polda dan Mabes Polri agar pembangunan Polsek Kulo secepatnya terealisasi.
Di Sidrap terdapat 11 kecamatan dan 8 Polsek, sementara tiga diantaranya belum yakni Kecamatan Watang Sidenreng, Pitu Riawa, dan Kulo. (ady/C)



×


Daerah Rawan Konflik Mulai Dipetakan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar