GOWA, BKM — Dinas Pendidikan Gowa kembali menggodok 117 kepala SD/MI melalui workshop pengembangan managerial kepala sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah (SD/MI) terhadap standar pengelolaan sekolah Kabupaten Gowa. Workshop sebelumnya diikuti 100 orang kepala SD/MI.
Workshop ini dibuka Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab Gowa, H Marsuki M, Jumat sore (28/7), di Hotel Dinasty. Disela membuka workshop tersebut, H Marsuki M, mengatakan, pendidikan di negara Indonesia terus dikembangkan terutama sejak reformasi bergulir tahun 1998. Hal ini ditandai lahirnya UU No 22 tahun 1999 yang direvisi UU No 32 tahun 2004 kemudian direvisi lagi dengan UU No 23 tahun 2014.
Salah satu agenda reformasinya, kata Marsuki adalah pendelegasian kewenangan pengelolaan pendidikan pada pemerintah daerah. Hanya saja, kewenangan pemerintah daerah terbatas pada aspek pembiayaan, SDM dan sarana prasarana.
Sementara untuk aspek kurikulum, pembelajaran, evaluasi, alat pembelajaran, metode dan waktu belajar, buku teks serta alokasi belanja dan penggunaan anggaran semuanya dijalankan sekolah.
Oleh karena itu, kepala sekolah dan para guru dituntut bertanggungjawab atas kualitas proses dan hasil belajar guna meningkatkan mutu secara nasional. Pemkab Gowa telah mempersiapkan diri sejak awal melalui berbagai program-program andalan. Dan salah satu diantaranya adalah menjadikan Kabupaten Gowa sebagai kabupaten pendidikan pertama di Sulsel.
Dikatakan, di Gowa berbagai program inovasi pendidikan telah terlaksana, yakni pendidikan gratis, Satpol Pendidikan, Punggawa D’Emba Education, Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan, Investasi Sumber Daya Manusia Seperempat Abad serta Imtaq Indonesia.
Terpisah, Kadis Pendidikan Gowa, Dr Salam, mengatakan, kepala sekolah dasar maupun madrasah dituntut berperan besar dan memiliki strong leadership untuk mendorong seluruh gurunya bekerja total dalam mendidik peserta didiknya.
”Kepala sekolah juga harus memiliki ekspektasi yang baik pada peserta didiknya, memberikan penguatan basic skill untuk anak didiknya dan memberikan kenyamanan pada guru,” kata kadis. (sar/mir)
Kepala SD/MI Dibekali Pengembangan Managerial
×

