MAKALE, BKM — Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Sulsel Ny Ayun Sri Syahrul diwakili Sekretaris Prof Dr Ijti Diana Daud, Rabu (9/8) menilai kerajinan di Tongkonan Lempang Kampung Tenun Salu Allo Kecamatan Sangalla Utara.
Ketua Dekranasda Tana Toraja Ny Rospita N Biringkanae mengatakan kerajinan tenun berkembang di Tana Toraja binaan Dekranasda dimulai di Dusun Tonglo, kemudian dilanjutkan di Salu Allo.
Begitu larisnya tenun di pasaran, utamanya motif khas Toraja, tenun diproduksi dua bentuk yakni tebal untuk daerah dingin dan tipis wilayah suhunya panas.
Menurut Rospita, kader PKK bagian dari anggota Dekranasda turut membantu meningkatkan perekonomian keluarga, butuh kerjasama.
Saat ini sudah 4 kelompok binaan Dekranasda di Salu Allo dengan bantuan Rp 25 juta perkelompok.
Pengembangan tenun Toraja di era moderen Dekranasda Tana Toraja telah kerjasama dengan tenun Jepara dan harganyapun murah.
”Karena itu tugas Dekranasda mendesak urus hak cipta agar tenun asli Toraja tetap lestari,” Rospita.
Sekretaris Dekranasda Sulsel Prof Dr Ir Ijti Diana Daud, jelaskan penilaian kerajinan sekarang adalah untuk menghimpun para pengrajin atau UKM dinilai sebab menjadi produk unggulan agar mendapatkan reword.
Karena itu, lanjut Prof Ijti, pelaku tenun harusnya ciptakan sejarah dan budaya asli otentitas dan orjenelitas, sehingga tenun bernilai kontribusi original maupun penajaman nilai simbolis dan kearifan lokal diutamakan (gus/C).
Dekranasda Sulsel Puji Tenun Salu Allo
×

