MAROS, BKM — Sebanyak 8.100 keluarga penerima manfaat (KPM) di Maros menerima bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama dan kedua. Bantuan non tunai PKH itu disalurkan dinas sosial (Dinsos) di 14 kecamatan secara bergiliran.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial Maros, Muhammad Alwi, Sabtu (12/8). Dijelaskan, bantuan non tunai ini per triwulannya sebesar Rp500 ribu. Untuk kali ini dibayarkan dua triwulan.
”Jadi ada yang hanya satu triwulan karena sebelumnya sudah pernah dibayarkan saat triwulan pertama saat menteri bekunjung. Tapi yang belum, dibayarkan dua triwulan,” katanya.
Alwi berharap agar bantuan kementerian sosial ini bisa digunakan sesuai peruntukkannya. ”Gunakan sesuai peruntukkannya, yakni untuk biaya pendidikan dan kesehatan ibu hamil,” katanya.
Adapun besar anggaran bantuan non tunai yakni Rp8.109.000.000 dengan target hingga September. Alwi juga mengimbau bagi anggota keluargan belum menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN-Kartu Indonesia Sehat (KIS) bisa segera mengurus.
”Kami mengimbau bagi KPM yang anggota keluarganya belum terdaftar dalam PBI JKN-KIS bisa segera mengurus dengan mencantumkan nama keluarganya di Kartu Keluarga (KK) untuk diurus masuk sebagai peserta PBI,” imbaunya. (ari/mir/c)
8.100 KPM Terima Bantuan non Tunai
×

