MAMUJU, BKM — Indeks kebahagiaan Sulawesi Barat pada tahun 2017 mencapai 70,02 pada skala 0 sampai 100. Survei Pengukuran pada Tingkat Kebahagiaan (SPTK) sebesar 70,02 berdasarkan pada komposisi yang disusun dari tiga dimensi, yakni perasaan, kepuasaan hidup, dan makna hidup.
Dari tiga kompotisi inilah memberikan kontribusi pada masing-masing dimensi indeks kebahagiaan di Sulbar. Untuk tingkat kepuasan hidup 34,80 persen, perasaan 31,18 persen, dan makna hidup mencapai 34,02 persen.
Kesimpulan dalam nilai dimensi indeks kebahagiaan adalah indeks dimensi kepuasan hidup sebesar 69,88 persen, indeks dimensi perasaan sebesar 68,86 persen, serta indeks makna hidup sebesar 72,33 persen. Semua indeks ini telah diukur pada skala 0 sampai 100.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Suntono SE MSi kepada wartawan di ruang pola gedung BPS Sulbar, Selasa (15 /8) menuturkan, untuk indeks kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan, cenderung lebih tinggi dibandingkan penduduk yang tinggal di pedesaan.
Untuk indeks kebahagiaan masyarakat yang tinggal di perkotaan sebesar 74,05 persen. Sedangkan untuk indeks kebahagiaan mereka yang tinggal di pedesaan mencapai 68,89 persen. Melihat dari tiga indeks ini, maka dapat disimpulkan kalau penduduk yang tinggal di perkotaan dengan perbandingan tinggal di pedesaan, cenderung lebih besar dibandingkan mereka yang hidup di perkotaan.
Untuk status indeks kebahagiaan yang menikah, itu cenderung lebih tinggi atau 70,47 persen. Sedangkan dari subdimensi kepuasan hidup personel, penduduk yang cerai maupun yang meninggal memiliki indeks yang tertinggi, dengan mencapai 62,15 persen. Indeks tertinggi terdapat pada penduduk yang cerai dan meninggal sebesar 77,97) persen.
Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, terdapat 24 provinsi yang memiliki indeks kebahagiaan di atas angka nasional. Indeks tertinggi di Provinsi Maluku Utara sebesar 75,68 persen, disusul Maluku 73,77 persen, dan Sulawesi Utara sebesar 73,69 persen. Sedangkan terendah beradai di Provinsi Papua, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
”Provinsi Sulawesi Barat sendiri masih di bawah 0,57 persen dari rata-rata nasional. Dengan pencapaian ini, Sulbar berada diurutan ke 28. Dari indeks ini, kita lakukan bukan saja pada indeks pertumbuhan ekonomi tapi juga indeks sosial,” kata Suntono.
Suntono menjelaskan, enam kabupaten yang ada di Provinsi Sulbar akan dijadikan sampel untuk mendeteksi dimensi kepuasaan hidup, dimensi perasaan, dan dimensi makna hidup,” jelasnya. (ala/mir/c)
Indeks Kebahagiaan Sulbar Capai 70,02 Persen
×

