MAKASSAR, BKM — Upacara HUT ke-72 kemerdekaan Indonesia berlangsung di lapangan upacara rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kamis (17/8). Gubernur Syahrul Yasin Limpo bertindak selaku inspektur upacara (irup).
Sebelum pengibaran bendera merah putih, para peserta upacara dan tamu undangan disuguhkan drama kolosal Karaeng Pattingalloang yang ditampilkan penari dari berbagai sekolah. Drama itu menggambarkan perjuangan masyarakat Sulsel di bawah komando Karaeng Pattingalloang melawan penjajah.
Selanjutnya, acara inti yakni pengibaran bendera merah putih yang dilaksanakan oleh pasukan pengibar bendera (paskibra). Prosesi pengibaran bendera berjalan lancar dan khidmat tanpa ada kesalahan.
Gubernur Sulsel pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada Forum Koordinasi Pimpinana Daerah (Forkopimda), baik itu TNI, kepolisian daerah Sulsel, ketua pengadilan dan segenap pejabat Pemerintah Provinsi Sulsel serta tokoh yang menyempatkan hadir dalam upacara tersebut.
Gubernur dua periode tersebut juga menyampaikan arahan. Dia menyebut jika pengabdiannya selama sepuluh tahun sebagai gubernur merupakan akumulasi dari perjalanannya membawa daerah ini lebih baik. Meski singkat, kira-kira hanya 90 detik, peserta upacara terharu dengan pidato Syahrul yang terakhir kali menjadi irup HUT RI dalam kapasitasnya sebagai gubernur Sulsel sejak menjabat tahun 2007.
“Ulang Tahun ke-72 RI ini merupakan akumulasi perjalanan saya selama 10 tahun memimpin Sulsel. Bersama anda semua, pemerintahan berjalan lebih baik, maju, dan modern. Kami yakin besok akan lebih mandiri lagi. Ini semua karena ada kebersamaan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Selain pengibaran bendera, sejumlah pertunjukan seni ditampilkan untuk menghibur para peserta dan tamu upacara. Diantaranya, permainan biola yang manis oleh Hendrawahyu Tomo. Pria asal Soppeng yang telah sukses di panggung internasional itu mengiringi gubernur dan Forkopimda menyanyikan lagu Indonesia Pusaka.
Ada juga aubade asuhan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo yang dibawakan sejumlah sekolah di Makassar. Mereka membawakan lima lagu perjuangan.
Momen yang cukup memikat para peserta dan tamu undangan ketika Gubernur Sulsel bersama Wakil Gubernur serta Forkopimda dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel turun ke lapangan. Mereka berjoget bersama para polisi wanita.
Aksi joget itu diiringi oleh penyanyi Bugis-Makassar Anci La Ricci yang membawakan Lagu Pantai Losari. Dilanjutkan dengan goyang Maumere.
Selanjutnya Gubernur Sulsel SYL, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang dan Sekretaris Provinsi Sulsel Abdul Latif beramah tamah bersama Muspida, perintis kemerdekaan RI, veteran, angkatan 45, mahasiswa serta paskibra.
Sementara di Kota Makassar, peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 digelar dengan cara yang cukup unik. Salah satu yang menarik adalah kehadiran dua pemain flying board yang menjemput bendera pusaka dari anjungan Pantai Losari yang telah terikat di sebatang bambu, untuk kemudian dipasang di tiang yang telah berdiri di tengah laut.
Pengibaran bendera merah putih itu dilakukan oleh dua pemain flying board, yakni Andi Rahmat yang merupakan atlet jet ski, dan Audya, anggota Satpol PP Makassar Pariwisata. Ia bertugas menerima bendera merah putih dari Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto dan Wakil Ketua DPRD Makassar Indira Mulyasari.
Bukan hanya itu. Peringatan yang bertemakan; Dari Laut Nelayan Kirimkan Kita Ikan, Jangan Kirimkan Mereka Sampah Laut menghadirkan nelayan-nelayan berasal dari pulau di wilayah Makassar. Tak ketinggalan perahunya. Mereka menyaksikan langsung pengibaran bendera merah putih di langit Anjungan Pantai Losari Makassar dengan iringan lagu Indonesia Raya.
“Yang dilakukan di Anjungan Pantai Losari Makassar ini merupakan kegiatan yang rutin setelah melakukan upacara formal di Lapangan Karebosi Makassar,” kata Danny.
Dia menjelaskan, kehadiran nelayan dalam peringatan HUT Kemerdekan RI suatu bentuk pembuktian jika kebaradaan nelayan sangatlah penting.
”Tema yang diusung tahun ini memiliki pesan sangat bermakna dan diketahui seluruh lapisan masyarakat. Bagaimana kita memanfaatkan maritim demi menyempurnakan kita semakin Indonesia dan Makassar dua kali tambah baik,” tandas Danny. (rhm-arf/rus)
Terakhir Jadi Irup, Syahrul Hanya Pidato 90 Detik
×

