SOPPENG, BKM — Sungguh malang nasib Muh Ahsan (8) dan Farel (8). Dua murid kelas III SDN 234 Watu Kampung Maddenra Dusun Masumpu Desa Watu Toa Kecamatan Marioriwawo, tenggelam di Saluran Irigasi persawahan Jumat (25/8) petang.
Ahsan merupakan putra kedua dari dua bersaudara dari pasangan Asis-Hasniar dan merupakan hafidz dari Kecamatan Marioriwawo.
Ibu Ahsan, Hasniar kepada BKM melalui sambungan telepon, Minggu (27/8) mengaku masih sok atas kepergian putranya yang tiba-tiba.
“Saya sedih karena saat saya tinggalkan anak saya masih sehat. Saya ke kota sekitar pukul 15.00 Wita tiba-tiba ada telpon masuk dan mengatakan anak saya meninggal karena tenggelam,” ujar Hasniar dengan nada sedih.
Ahsan adalah anak penurut dan pintar. Diusianya yang belia sudah mampu menghapal 1 Juz Alquran. Ahsan juga pernah meraih juara 1 hafidz tingkat kecamatan.
“Yang paling bikin saya sedih saat dia meminta diantar ke acara penutupan lomba Tadarrus Alquran di Baruga Rujab Bupati Soppeng. Minta di foto depan Villa Yuliana dan kemudian minta lagi di foto dengan latar belakang gunung yang dipasangi bendera merah putih dan ada tulisannya 72 aku tidak sadar ternyata itu adalah Permintaan terakhir nya,” tambah Hasniar.
Hasniar mengaku anaknya berjanji akan membangun masjid dan membawanya ke tanah suci mekkah.
“Mak, nanti kalau saya jadi hafidz terkenal, saya mau bangun masjid yang cantik dan menaikkan emma ke Tanah Suci,” jelasnya menirukan kata-kata terakhir putra tercintanya itu. (ono/B)

