MAKASSAR, BKM–Sedikitnya lima orang turis asing, dua warga Pakistan serta 700 warga kota Makassar, menjadi penerima daging kurban dalam pelaksanaan pemotongan 38 ekor hewan kurban yang diselenggarakan Yayasan Masjid Nurul Jihad, Jalan Tupai Makassar.
Sekretaris panitia, Andi Rosadi Chahyadi, mengatakan, lima turis mancanegara, dua wanita warga Pakistan boleh dikata tidak masuk dalam manajemen calon penerima daging kurban. Yang bersangkutan mendadak tiba di komplek pemotongan sapi (halaman masjid), Sabtu (2/9) melalui informasi yang dilansir media harian BKM. Kondisi meriah di tengah ribuan masyarakat itulah, para turis tersita perhatiannya dan tertarik menyaksikan pemotongan sapi yang dilaksanakan ustads Mursalim Majid serta H Fahruddin Jaya.
Pemotongan hewan 32 sapi dan lima ekor kambing dilaksanakan pagi hingga petang. Penyerahan daging kurban selain kepada 700 warga penerima, sekaligus kepada lima turis mancanegara dan dua wanita Pakistan.
Ketua Dewan Pembina, H Syamsu Alam Mallarangangserta Ketua Yayasan Masjid Nurul Jihad, H Siang Russeng, mengatakan, tiap tahun hewan yang dikurbankan rata-rata terealisasi antara 35-40 ekor sapi. Potensi tersebut bersumber dari 250 jamaah selaku peserta kurban.
“Manfaat kurban, mendidik jiwa manusia suka berkurban dan membersihkan jiwa dari sifat-sifat kikir dan bakhil. Kurban mengandung arti rasa persamaan yang memikirkan nasib manusia dalam suasana persaudaraan. Kurban memberi bahwa manusia itu bukan hidup sendiri, sikap mementingkan diri sendiri harus disingkirkan dari masyarakat Islam. Kurban dapat menjaga timbulnya rasa dengki, iri hati dan menghilangkan jurang pemisah antara simiskin dan si kaya. H Siang Russeng lanjut menambahkan, kurban bersifat sisialistik, meringankan beban fakir miskin dan meratakan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia”, urainya (zai/war)
Dua Warga Pakistan Terima Daging Kurban di Jalan Tupai
×

