MAKASSAR, BKM — Pemprov Sulsel menggenjot sejumlah proyek yang masuk dalam penganggaran APBD 2017. Salah satunya adalah jalan provinsi yang menjadi tanggung kawab Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Beberapa diantaranya sudah dikerjakakan. Namun ada juga yang masih dalam proses tender. Ruas jalan di Makassar yang menjadi wewenang provinsi akan ditangani bertahap.
Salah satunya proyek rehabilitasi Jalan Leimena yang merupakan salah satu jalan strategis di Kota Makassar. Saat ini, jalan tersebut sementara dibeton.
Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Amin Yakub, penanganan jalan Leimena menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi. Alasannya karena jalan ini selalu dilalui kendaraan bertonase berat sehingga tiap tahun selalu mengalami kerusakan.
Tahun ini, kata Amin, pihaknya menyiapkan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk pembetonan ruas jalan Leimena sepanjang satu kilometer.
Sesuai keterangan yang tertulis di papan nama proyek, peningkatan ruas jalan Leimena dikerjakan kontraktor PT Te’ne Jaya. Kontrak dilakukan sejak 22 Juni lalu dengan masa pelaksanaan 180 hari kerja.
Amin Yakub mengatakan pihaknya mengakui memang ada sedikit keterlambatan pengerjaan. Kendalanya karena masih melakukan mutual check nol (MC 0).
“Itu masalah kemarin. Menghitung kembali kontrak kerja, kajian teknis dengan pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Teknik Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, Astina Abbas mengatakan proses betonisasi sudah dilakukan satu jalur. Pengerjaan dihentikan sementara menunggu sampai jalur yang sudah beton kering atau sudah layak dilalui kendaraan. Menurut rencana, proyek kembali akan dilanjutkan September ini.
“Dikerja bergantian agar tetap ada jalur untuk pengguna kendaraan. Supaya tidak macet juga,” ungkapnya.
Menurut Astina, pengujian beton yang sudah rampung baru bisa dilakukan umur 28 hari. Ini untuk mengevaluasi kekuatan beton atau kelayakannya sudah bisa difungsikan atau tidak.
“Jadi warga harus bersabar. Lebar jalan betonnya nanti tetap sekitar 8 meter. Kemungkinan pertengahan atau akhir bulan September. Tergantung hasil pengujian. Pastinya, proyek ini harus mulus sebelum tutup tahun,” bebernya.(rhm)
Pemprov Siapkan Rp7 M untuk Betonisasi Leimena
×

