LUTIM, BKM — Warga Dusun Loppe, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu meminta kepada Pemkab Luwu Timur agar memperhatikan jembatan yang ada di wilayah Dusun Loppe.
Jembatan Loppe yang merupakan aset Dinas Pekerjaan Umum (PU) Luwu Timur ini merupakan satu-satunya akses petani yang ada di dusun tersebut. Kendaraan yang akan melintas diminta berhati-hati.
Pasalnya, penyangga yang ada pada jembatan Loppe hanya menggunakan batang kelapa dari hasil swadaya masyarakat karena ambruk.
“Hampir setiap pekan ada warga yang panen tambaknya sehingga mau tidak mau jembatan ini akan dilewati kendaraan, begitu juga mobil yang memuat pupuk,” ungkap warga setempat.
Kepala Desa Lampenai, Saenal yang dikonfirmasi, Senin (4/9) mengatakan jembatan Loppe adalah akses satu-satunya bagi masyarakat sehingga diperlukan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut.
Hanya saja, usulan pembangunan jembatan poros Loppe yang telah disampaikan di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2016 lalu tidak diakomodir.
“Sejak saya terpilih jadi Kades saya usulkan tapi tidak terakomudir. Kami juga binggung, kami mau anggarkan melalui anggaran desa tetapi masalahnya jembatan Loppe tersebut merupakan aset dinas PU,” ungkap Saenal. (alp/C)

