MAKALE, BKM — Reses masa sidang dua anggota DPRD Tana Toraja di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing banyak menemukan proyek yang amburadul.
Anggota DPRD Tator dari Dapil I Makale Kristian Lambe, Selasa (5/9) kepada BKM mengatakan protes keras dan menyoroti temuan reses proyek jalan poros Lapandan-Batupapan yang perencanaannya terkesan amburadul.
Pasalnya, poros Lapandan-Batupapan sebagian dirabat beton, dan selebihnya aspal. Anehnya proyek tahun 2016 dikerjakan PT Sabar Jaya sekitar 300 meter sama sekali belum tersentuh.
Legislator lainnya Alexander Pantan Rante Allo dari Dapil II Mengkendek juga menemukan proyek jalan tahun 2016 lalu poros Buntu-Perindingan kurang lebih 3 km rabat dengan anggaran Rp.1,3 milyar.
Hanya saja Alex menemukan hal aneh dari proyek poros Buntu-Perindingan. Meski sudah selesai kontrak per Desember 2016 dan telah didenda Rp 100 juta lebih tapi hingga September 2017 pengerjaan masih dilanjutkan.
Demikian pula pengadaan kostum seragam olahraga Pemkab di Kecamatan Sangalla hingga sekarang belum diterima pemiliknya.
Bukan hanya itu, lanjut Alexander, masyarakat Lembang Turunan Kecamatan Sangalla mendesak Pemkab agar mempercepat pemilihan Kades Lembang, sebab pencairan ADD tidak bisa dipertanggungjawabkan pejabat pelaksana tugas. (gus/C).
Dewan Temukan Proyek Amburadul
×

