GOWA, BKM — Pemerintah Kabupaten Gowa memastikan akan melakukan integrasi kembali 119.601 warga miskin dalam kepesertaan BPJS. Integrasi ini menurut rencana akan dilakukan mulai Oktober mendatang. Hal ini menjadi keputusan rapat bersama tim pengendalian kesehatan gratis Gowa yang dipimpin Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni, Senin siang (4/9), di ruang kerja wakil bupati.
Para anggota tim yang hadir, masing-masing Kadis Kesehatan Gowa, dr H Hasanuddin, Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr H Salahuddin, Kepala Badan Keuangan, H Abd Karim Dania, Kadis Dukcapil, H Ambo, Inspektur Inspektorat, Kamaluddin Serang, serta Kadis Kominfo, Arifuddin Saeni. Mereka bersama Wabup membahas soal itu dengan serius.
Seperti diketahui, integrasi ke BPJS tersebut sekaitan ditolaknya gugatan bupati Gowa ke Mahkamah Konstitusi, terkait pengelolaan kesehatan gratis yang dikelola pemerintah kabupaten. Karena itu, menurut Wabup, putusan tersebut harus segera ditindaklanjuti.
Kadis Kesehatan, dr H Hasanuddin dan Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr H Salahuddin, mengatakan, sekarang ini di Gowa ada sekitar 119.601 jiwa yang masuk kategori miskin dan tidak mampu. Inilah yang akan diintegrasikan kembali masuk ke BPJS.
Jumlah ini, menurut keduanya, bisa bertambah karena alasan tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran. Di sisi lain, jumlah tersebut bisa berkurang karena alasan meninggal atau pindah tempat tinggal.
Terkait data yang bisa berubah, Wabup Gowa, H Abd Rauf Malaganni mengharapkan agar tim verifikasi untuk bekerja lebih teliti. Sehingga tidak ada persoalan di belakang hari. ”Tim verifikasi yang akan turun agar bekerja lebih cermat lagi. Kalau perlu kita libatkan para kepala desa. Jangan sampai orang kaya juga masuk. Coret namanya lalu ganti yang lebih layak,” katanya. (sar/mir)
Oktober, 119 Ribu Warga Miskin Kembali Diintegrasi ke BPJS
×

