GOWA, BKM–Gerakan Nurdin Halid Satu Tujuan (GNH-17) terus membangun simpul pemenangan untuk mensosialisasikan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) jelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel Juni 2018 mendatang. Seperti yang dilakukan Golkar Gowa dan Bulukumba, Rabu (13/9). Ketua Golkar Gowa Abbas Hady memimpin rapat konsolidasi GNH17 di rumah makan Papi Sunguminasa Gowa telah menetapkan sejumlah langkah untuk kondolidasi hingga ketingkat desa. “Kita akan tindaklanjuti dengan melakukan konsilidasi GNH hingga ketingkat desa dan kelurahan,”ujar Abbas kemarin.
Konsolidasi diikuti pengurus DPD II Golkar, AMPG, KPPG dan sayap partai.
Di Bulukumba, GNH-17 juga telah membangun simpul pemenangan hingga ke desa-desa. “Kami total dan solid untuk memenangkan NH-Aziz di Pilgub Sulsel 2018. GNH-17 yang dibentuk sudah bergerak hingga ke desa-desa,”ujar Ketua Golkar Bulukumba, Hamzah Pangki, Rabu (13/9).
Pembentukan tim GNH-17 untuk mensosialisasikan NH-Aziz dikendalikan dari rumah pemenangan yang ada di kecamatan. Guna mengefektifkan kinerja GNH-17, pihaknya terus mengupayakan agar rumah pemenangan NH-Aziz hadir di tiap kecamatan. Teranyar, rumah pemenangan NH-Aziz akan hadir di Kecamatan Rilau Ale. “Lebih istimewa lagi karena peresmian rumah pemenangan NH-Aziz di Kecamatan Rilau Ale akan dihadiri Bapak Nurdin Halid. Rencana peresmiannya hari Sabtu (16/9),”ucap Hamzah yang juga Ketua DPRD Bulukumba.
Kunjungan NH ke Bulukumba juga untuk membuka Liga Desa. Esok harinya NH dijadwalkan meramaikan jalan sehat bersama warga Bulukumba.
Sementara itu, Partai Amanat Nasional (PAN) mengaku tetap kukuh berada dibarisan pemenangan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). PAN bahkan cuek dengan ajakan bakal calon gubernur Nurdin Abdullah (NA).
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi menuturkan, jangankan mengubah dukungan, memikirkan saja tidak ada dibenaknya. Alasannya, DPP sudah menerbitkan rekomendasi ke IYL-Cakka. “PAN Sulsel mengacu kepada rekomendasi yang telah direkomendasikan DPP kepada Pak IYL,” tegas Ashabul Kahfi, Rabu (13/9).
Dijelaskan, rekomendasi itu menginstruksikan kepada kader dan pengurus PAN se-Sulsel untuk mengangkat elektabilitas dan popularitas IYL. Selain itu, IYL diminta untuk mencari tambahan parpol agar memenuhi syarat sebagai pasangan calon. “Saya yakin, cukup (parpol pengusung). Lebih malah. Pak IYL bukan orang baru (di politik),” ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel ini.
Parpol apa yang menyusul selain PAN dan PPP? “Rahasia,” kata Kahfi, tertawa.
Ia membeberkan, meski sudah menunjukkan kesolidan, namun tetap saja ada kandidat lain yang mencoba “merayu”. Seperti NA dan Agus Arifin Nu’mang. Hanya saja, rayuan itu tak akan mempan.
“Pilgub Sulsel domain DPP. Pak Agus ke DPP, Pak NA ke DPP, Pak IYL ke DPP. Namun, cuma Pak IYL yang juga ke DPW (PAN Sulsel). Kita ke Pak IYL sesuai rekomendasi DPP,”pungkas Kahfi. (rif)
GNH-17 Gowa dan Bulukumba Bangun Simpul Pemenangan
×

