MAROS, BKM — Dalam kurun waktu 10 jam, Pasar Sentral Maros di Jalan Jenderal Sudirman, nyaris terbakar dua kali, Rabu 913/9). Insiden kebakaran terjadi dua kali mulai pukul 01.30 Wita dan kembali terjadi pada pukul 10.00 Wita.
Salah seorang pedagang, Surahma mengaku, ia baru tahu jika pintu depan kios milik suaminya terbakar setelah melihat foto yang di upload di media sosial Facebook. Padahal, kejadiannya sekitar pukul 01.25 wita.
”Informasi kebakaran baru saya tahu pada pagi hari saat buka Facebook. Pas saya lihat foto-fotonya mirip kios saya, langsung saya buru-buru kesana,” tutur Surahma.
Saat ke pasar, dia sudah mendapati pintu kayu kios suami saya hitam akibat terbakar. Bahkan, beberapa barang jualannya terbakar seperti tas dan ikat pinggang.
Beruntung karena hanya bagian pintu kiosnya yang sempat terbakar dan dipadamkan pemadam. ”Untung cepat dipadamkan. Jadi cuma enam buah tas dan sepuluh ikat pinggang terbakar,” akunya.
Bahkan dari informasi yang diterim, di sekitar kiosnya sempat tercium bau minyak tanah. Surahma mengaku sangat was-was setelah insiden ini. Apalagi sebelumnya sempat beredar SMS berantai mengenai ancaman pembakaran pasar. Sehingga pedagang mulai menyimpan sebagian barang miliknya di rumah.
Tapi warga kembali menyimpan barangnya di kios setelah merasa aman-aman saja. Namun saat dikembalikan ke pasar, justru terjadi percobaan pembakaran. Olehnya itu, ia meminta agar pemerintah bisa mengatasi persoalan ini. Karena ini cukup mengkuatirkan para pedagang.
”Pasar kan rencananya mau dipindahkan. Kita siap pindah. Cuma belum ada informasi pemindahan. Jadi harapan kami jangan membuat pedagang was was,” tuturnya.
Tak hanya kios milik Ismail saja yang nyaris terbakar. Sepuluh jam kemudian Toko Ujung Jaya di Pasar Sentral Maros. juga nyaris terbakar pada pukul 10.00 Wita. Informasi yang diperoleh menyebutkan, api muncul dari empat kardus kosong.
Kapolsek Turikale, Kompol Abdul Rasjak, mengatakan, kebakaran pertama terjadi di kios milik Ismail (29). Kedua, terjadi di toko Ujung Jaya samping pos Lantas Pasar Sentral milik Polres Maros.
”Pintu kios milik Ismail terbakar saat malam, lalu paginya kebakaran lagi di toko Ujung Jaya. Penyebab pastinya sementara kami selidiki,” katanya.
Dugaan awal, kebakaran tersebut disebabkan adanya korsleting listrik. Namun untuk menentukan penyebabnya, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan. Rasjak menjelaskan, korban Ismail baru mengetahui kiosnya terbakar setelah istrinya melihat informasi tersebut melalui Facebook.
Kebakaran kios Ismail pertama kali dilihat seorang pedagang pakaian pasar sentral bernama Rudi (32). Saat itu, Rudi sementara melakukan ronda dan patroli di pasar sentral Maros. Awalnya, Rudi mendengar suara ledakan seperti petasan. Ia lalu mendatangi sumber bunyi dan mendapati pintu kios sementara terbakar.
Rudi berusaha memadamkan dengan menggunakan peralatan seadanya. Namun upaya Rudi gagal. Ia langsung mendatangi petugas pemadam pasar sentral. Rudi bersama anggota pemadam kebakaran mendatanggi lokasi dan memadamkan api menggunakan ember yang berisi air.
Berselang sekitar 10 jam, kebakaran kembali terjadi di Toko Ujung. Beruntung api tidak sempat merembes karena petugas pemadam kebakaran segera tiba di lokasi. Kebakaran terjadi di Toko Ujung saat pembeli mulai berdatangan untuk membeli barang yang diinginkan.
”Penyebab kebararan masih dalam proses,” kata Rasjak. (ari/mir/b)
Dalam 10 Jam, Pasar Sentral Maros Terbakar Dua Kali
×

