LUTIM, BKM — Forum Masyarakat Tani (FMT) Kecamatan Towuti, Luwu Timur menilai PT Vale Indonesia, Tbk tidak mematuhi komitmen atas hasil negosiasi bersama masyarakat wilayah pemberdayaan Nuha, Towuti, Wasuponda dan Malili.
Ketua FMT, Jois Andi Baso kepada BKM, Selasa (19/9) mengatakan, masyarakat pemberdayan dengan Vice President Corporate Affairs Vale Canada, Mr Cory McPhee beserta Pemkab Luwu Timur pernah bertemu.
Salah satu hasil negosiasi disepakati PT Vale Indonesia tak akan mengganggu dan semena-mena merusak lahan kebun merica warga yang berada diatas lokasi kontrak karya PT Vale sepanjang proses pemetaan tengah berlangsung.
Menurutnya, PT Vale sepakat membentuk tim bersama melakukan survei lapangan, pemetaan, dan inventarisasi lokasi perkebunan merica yang sudah ada dalam wilayah kontrak karya PT Vale dikaitkan dengan rencana penambangan yang akan dilakukan PT Vale.
Hanya saja, hasil negosiasi yang diteken Vice President Corporate Affairs Canada Limited, Mr. Cory McPhee dan disaksikan langsung, Bupati, HM Thorig Husler, Wabup Irwan Bachri Syam tak diindahkan.
“Masyarakat akan melakukan aksi demonstrasi di pertigaan Eggano Towuti sampai ada penyelesaiannya. Masyarakat juga mulai memblokir jalan sejak pukul 05.00 pagi tadi (Selasa red),” ungkap Jois.
Sebelumnya, Senior Manager Communications PT Vale Indonesia, Bayu Aji dalam rilisnya mengatakan, kegiatan penambangan PT Vale Indonesia akan mulai dilakukan di area Ferrari.
Menurutnya, sosialisasi tentang rencana penambangan PT Vale di area Ferrari tersebut telah disampaikan kepada masyarakat sebelum perusahaan melaksanakan rencana penambangan ini, khususnya bagi warga yang melakukan kegiatan penanaman merica di atas area tersebut.
“Sebagaimana diketahui, area Ferrari merupakan bagian dari konsesi Kontrak Karya PT Vale yang diakui secara sah oleh Pemerintah RI melalui UU No. 4 Tahun 2009,” ungkapnya.
Dalam sosialisasi dan diskusi yang dilakukan sebelumnya, kata Bayu, disampaikan bahwa pada saatnya Perusahaan memerlukan area tersebut untuk ditambang sesuai rencana penambangan demi melanjutkan operasional Perusahaan. Sesuai perencanaan tambang, aktivitas penambangan di area Ferrari hendak dimulai saat ini.
“Rencana penambangan tersebut telah mendapat persetujuan dari Departemen ESDM. PT Vale mengimbau agar Forum Masyarakat Tani khususnya kelompok tani dari Kuari dan Palumba menghormati konsesi Kontrak Karya PT Vale berikut operasional PT Vale,” ungkapnya. (alp/A)

