MAKASSAR, BKM — Pemerintah mencanangkan pelaksanaan pengelolaan pemerintaan berbasis teknologi dan informasi (e-Government) sejak tahun 2003. Hanya saja pelaksanaannya sejauh ini belum maksimal.
Kepala Bidang Layanan e-Government dan Pengelolaan Data Dinas KISP Sulsel, Lukmanuddin, mengatakan, sasaran pelaksanaan e-Goverment agar pelayanan pemerintah bisa berbasis aplikasi. Selain itu e-Government dapat menciptakan pemerintahan yang bersih, transparansi dan akuntabel.
Untuk itu, butuh komitmen pemerintah baik provinsi maupun daerah dalam menerapkan e-Goverment di setiap aktifitas pemerintahan.
Salah satunya dengan mengundang sejumlah pengelola atau tenaga teknis pelaksana e-Government di lingkup pemprov dan kabupaten/kota.
Lukmanuddin mengatakan, pemprov komitmen untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien. Dengan mendorong pelayanan semuanya berbasis elektronik.
“Sebenarnya sudah dimulai dan sudah banyak aplikasi yang berkaitan dengan e-Government sudah diimplementasikan,” bebernya.
Staf Ahli Gubernur, Abdul Haris, juga mengatakan penerapan e-Government akan membuat pemerintahan berjalan transparan. Tapi masih ada pihak yang belum mendukung untuk diterapkan. Padahal ini bisa menekan penyelewengan termasuk dari sisi administasi keuangan.
Dia mengemukakan, orang-orang yang tidak setuju dengan pelaksanaan e-Goverment adalah mereka yang kerap mendapat fee atau keuntungan dalam pengurusan administrasi misalnya perijinan jika dilakukan secara manual atau konvensional.
Pelaksanaan e-Government masih sebatas informasi. Sangat kurang daerah yang sudah menerapkan e Government dalam melakukan proses transaksi.
“Kita belum memiliki keterpaduan antara komitmen pimpinan dan bawahan, atau dari pusat ke daerah. Ini terjadi seperti di pengadaan barang dan jasa,” sebutnya. (rhm)
Ada yang tak Suka dengan Penerapan e-Goverment
×

